

Bogor – Strategi rotasi pemain menjadi fokus utama pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, dalam mengarungi gelaran ASEAN Hyundai Cup 2026.
Langkah ini diambil menyusul kondisi fisik sejumlah pemain yang belum berada pada level kebugaran optimal setelah menjalani pramusim bersama klub masing-masing.
Herdman menyadari bahwa beban kerja yang terlalu berat di awal turnamen dapat memicu risiko cedera yang tidak diinginkan bagi para pemain.
Selain faktor pramusim, terdapat pula beberapa penggawa Garuda yang baru saja pulih dari cedera serta pemain yang masih minim mendapatkan menit bermain reguler.
Kondisi tersebut menuntut tim pelatih untuk lebih cermat dalam melakukan distribusi menit bermain selama turnamen berlangsung.
Penerapan rotasi ini bertujuan agar seluruh anggota skuad tetap berada dalam kondisi fisik prima hingga babak akhir kompetisi.
Kemenangan telak atas Kamboja pada Senin (28/7/2026) malam memberikan kesempatan bagi Herdman untuk mulai menerapkan strategi tersebut.
Keunggulan 3-0 di babak pertama memungkinkan pelatih untuk melakukan pergantian pemain lebih awal guna menjaga stamina mereka.
Keselamatan pemain menjadi prioritas utama bagi tim pelatih dalam turnamen tahun ini.
“Keselamatan pemain menjadi prioritas. Klub-klub sudah memberikan dukungan besar dengan melepas pemain mereka kepada kami, jadi kami harus menjaga kondisi mereka,” ujar Herdman seusai pertandingan di Stadion Pakansari, Bogor.
Dalam laga yang sama, Herdman sempat terlihat menyaksikan pertandingan dari tribun sebelum kembali ke bangku cadangan.
Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut sengaja diambil untuk memberikan ruang bagi enam pemain senior dalam memimpin rekan-rekannya di lapangan.
Selain itu, posisi di tribun memudahkannya untuk mengamati aspek taktis dari sudut pandang yang lebih luas dan berbeda.
Meskipun meraih hasil positif, Herdman mengungkapkan adanya sedikit kekecewaan terkait hilangnya catatan clean sheet bagi Indonesia.
Kebobolan satu gol dari Kamboja menghentikan rekor impresif Garuda yang sebelumnya berhasil menjaga gawang tetap suci dalam empat pertandingan terakhir.
“Bagi kami targetnya menang dan tidak kebobolan. Itu satu-satunya hal yang sedikit mengecewakan malam ini,” tambah pelatih asal Inggris tersebut.
Namun, ia menegaskan bahwa raihan tiga poin tetap menjadi modal krusial bagi Indonesia dalam menatap pertandingan berikutnya di Grup A.
Evaluasi tetap akan dilakukan agar performa pertahanan tim bisa lebih solid pada laga-laga krusial selanjutnya di ASEAN Hyundai Cup 2026.
Fokus Herdman kini beralih pada pemulihan fisik pemain agar mereka siap menghadapi tantangan fisik yang lebih berat di fase grup.
Manajemen beban kerja yang terukur diharapkan mampu menjaga stabilitas performa tim di tengah jadwal pertandingan yang padat.
Dukungan dari para pemain senior di lapangan juga akan terus dioptimalkan guna menjaga ritme permainan yang diinginkan oleh staf pelatih.