

Jakarta – Justin Timberlake dikenal sebagai salah satu selebritas papan atas dengan citra sebagai suami dan ayah idaman. Namun, di balik citra tersebut, Timberlake pernah menjalani hubungan penuh gejolak dengan Britney Spears yang disebut meninggalkan dampak besar terhadap kondisi mental sang penyanyi.
Melansir berbagai sumber, Justin dan Britney memulai kisah asmara pada 1999 dan resmi mengakhiri hubungan mereka pada 2002.
Saat putus, Justin merilis lagu hits pada 2000-an berjudul Cry Me a River. Lagu itu memicu spekulasi publik bahwa Britney Spears berselingkuh darinya setelah seorang model yang mirip Britney tampil dalam video klip lagu tersebut sebagai pasangan yang tidak setia.
Hal itu membuat Spears merasa seolah-olah dirinya digambarkan sebagai “perempuan yang menghancurkan hati anak emas Amerika”. Saat itu, Britney memilih diam dan tak merespons.
Namun 20 tahun kemudian, pada 2023, publik digegerkan oleh memoar Britney Spears berjudul The Woman in Me. Memoar itu mengisahkan hubungannya dengan Justin Timberlake yang sebelumnya tak pernah diketahui publik.
Britney mengakui pernah berselingkuh satu kali dari Justin saat mencium seorang penari latar. Ia juga menyebut Justin beberapa kali berselingkuh selama mereka menjalin asmara.
Memoar itu juga mengungkap hal mengejutkan lainnya. Saat menjalin hubungan pada 1999 hingga 2002, Britney disebut pernah hamil anak Justin pada 2000. Padahal, pada akhir 1990-an Britney pernah mengatakan ingin menunggu hingga menikah sebelum kehilangan keperawanannya.
“Kehamilan itu memang mengejutkan, tetapi bagi saya, itu bukan sebuah tragedi. Saya sangat mencintai Justin. Saya selalu membayangkan suatu hari nanti kami akan membangun keluarga bersama,” kata Britney Spears dalam memoar tersebut.
Saat mengetahui dirinya hamil, Britney memutuskan melakukan aborsi. Saat itu, Justin disebut tidak menginginkan kehamilan tersebut dan mengaku tidak ingin menjadi seorang ayah.
“Namun, Justin jelas tidak bahagia dengan kehamilan itu. Dia mengatakan bahwa kami belum siap memiliki bayi dalam kehidupan kami dan kami masih terlalu muda. Jika keputusan itu sepenuhnya ada di tangan saya, saya tidak akan pernah melakukannya. Namun, Justin sangat yakin bahwa dia tidak ingin menjadi seorang ayah,” kata Britney dalam buku itu.