

Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menargetkan perolehan 78 medali emas pada SEA Games 2025 di Thailand. Target ini ditetapkan setelah Kemenpora menuntaskan proses sinkronisasi dan tinjauan terhadap cabang olahraga (cabor) yang akan diberangkatkan, sebuah proses yang berakhir pada 31 Oktober 2025.
Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, menjelaskan bahwa peninjauan ini dilakukan untuk memastikan setiap cabor yang dikirim memiliki peluang besar meraih medali. Hal itu disampaikan Surono di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis, 6 November 2025.
Kemenpora secara intensif memanggil pengurus cabor dan melakukan tinjauan berkelanjutan terhadap hasil pemusatan latihan nasional (pelatnas). Surono menyebut, proses ini dilakukan terus-menerus tanpa terputus untuk mensinkronisasi hasil pelatnas.
Hingga kini, sebanyak 52 cabor telah melalui proses peninjauan, bertambah empat dari jumlah sebelumnya 48 cabor. Proses tinjauan yang melibatkan praktisi olahraga, pakar, serta perwakilan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) ini berjalan alot dan penuh diskusi, meski hasil akhirnya diklaim positif.
Surono menyatakan, baik pengurus besar cabor maupun tim peninjau sama-sama optimistis kontingen Indonesia mampu meraih prestasi membanggakan di Thailand. Meski demikian, Kemenpora belum bisa merinci target medali per cabor karena tim masih menganalisis potensi, terutama untuk cabor beregu dan bela diri yang penilaiannya subjektif.
Salah satu tantangan tim adalah menghitung probabilitas medali dari cabor beregu. Selain itu, Indonesia juga menghadapi tantangan karena sejumlah cabor yang sebelumnya menyumbang 87 medali emas dan mengantarkan Indonesia menjadi juara umum di SEA Games 2023 tidak dipertandingkan lagi di Thailand, mengakibatkan potensi kehilangan sekitar 41 medali emas.
Meski demikian, Kemenpora juga melihat peluang baru dari cabor yang tidak dipertandingkan di Kamboja tetapi akan dilombakan di Thailand, dengan potensi tambahan sekitar 32 medali emas. Dengan memperhitungkan seluruh faktor ini, Kemenpora menetapkan target 78 medali emas untuk bertahan di posisi ketiga klasemen akhir.
Untuk bertahan di posisi ketiga, minimal Indonesia harus memperoleh antara 13,84 hingga 15,90 persen dari total sekitar 577 medali emas yang diperebutkan.