Manchester City Puncaki Klasemen, Arsenal Terancam Gagal Raih Gelar Juara

London – Manchester City resmi mengambil alih puncak klasemen Liga Inggris setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas Burnley dalam laga pekan ke-34 pada Kamis (23/4/2026). Hasil ini sekaligus mengukuhkan posisi The Citizens di jalur juara, mengingat rekor sempurna mereka saat memimpin klasemen setelah 33 pertandingan atau lebih di era Pep Guardiola.

Gol cepat Erling Haaland pada menit ke-5 di Turf Moor menjadi penentu dalam pertandingan krusial tersebut. Tambahan tiga poin membuat Man City kini mengumpulkan 70 poin, menyamai perolehan Arsenal. Namun, The Citizens unggul dalam jumlah gol yang dicetak, yakni 66 berbanding 63, sehingga berhak menduduki posisi teratas.

Kudeta City di fase akhir musim ini menandai titik balik penting dalam perburuan gelar Premier League. Sepanjang musim ini, Arsenal di bawah asuhan Mikel Arteta tampil lebih konsisten dengan memimpin klasemen selama 209 hari. Sementara itu, Man City asuhan Pep Guardiola hanya merasakan enam hari di puncak sebelum memasuki pekan ke-33.

Momentum berubah drastis setelah kemenangan 2-1 City atas Arsenal pada pertemuan langsung pekan lalu, yang menjadi titik awal kebangkitan Manchester City hingga akhirnya merebut posisi teratas.

Situasi ini semakin menekan Arsenal, terutama dengan adanya fakta mencolok dari catatan Opta yang menyebutkan bahwa Manchester City di era Pep Guardiola tidak pernah gagal menjadi juara ketika sudah memimpin klasemen setelah 33 pertandingan atau lebih. Statistik ini mengirim sinyal kuat bahwa momentum gelar kini sepenuhnya berada di tangan The Citizens.

Performa City sedang berada di level terbaik, dengan April menjadi bulan paling produktif mereka yang mencatatkan rata-rata 2,52 poin per laga dan rasio kemenangan mencapai 80 persen. Konsistensi ini menegaskan kembali karakter City sebagai “mesin juara” di fase penentuan.

Sebaliknya, Arsenal mulai berada di bawah tekanan. Meski memiliki pertahanan terbaik dengan 15 clean sheet – sedikit unggul dari City yang mencatat 14 – hal itu belum cukup untuk mempertahankan posisi puncak. Kini, The Gunners dituntut untuk menyapu bersih lima laga tersisa sambil berharap rivalnya terpeleset.

Secara matematis, peluang Arsenal masih terbuka, namun secara psikologis situasinya tidak lagi sama. City kini hanya membutuhkan lima kemenangan dari lima laga terakhir untuk hampir pasti mengunci gelar. Sementara itu, Arsenal tidak hanya harus menang, tetapi juga perlu mengejar selisih gol jika poin akhir kedua tim sama.

Jadwal sisa Liga Inggris masih menyisakan laga sulit bagi City, termasuk menghadapi Everton, Brentford, Bournemouth, Crystal Palace, dan Aston Villa. Sedangkan Arsenal akan bertemu Newcastle United, Fulham, West Ham, Burnley, dan Crystal Palace.

Menurut aturan Liga Inggris, jika poin sama, penentuan klasemen akhir ditentukan oleh selisih gol, gol yang dicetak, poin dalam pertandingan head-to-head, gol tandang dalam pertandingan head-to-head, dan terakhir playoff. Dalam skenario ekstrem, keunggulan head-to-head hasil pertemuan musim ini (satu imbang dan satu kemenangan Man City) semakin mengunggulkan Manchester City.

Dengan demikian, sejarah dan momentum saat ini berpihak kepada Manchester City, sementara Arsenal berada di titik paling rentan dalam perburuan gelar musim ini.

Rekomendasi