

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan konflik antara Venezuela dan Amerika Serikat memberikan dampak yang relatif terbatas terhadap perekonomian Indonesia. Reaksi pasar global justru menunjukkan sinyal positif, meski secara geopolitik situasi ini tidak biasa.
Purbaya, yang mengaku bukan ahli hubungan internasional, menekankan bahwa respons pasar keuangan menjadi indikator penting. Sejauh ini, pasar saham Indonesia belum terdampak secara signifikan.
“Kalau saya lihat sih agak jauh (dampaknya). Kalau Anda lihat pasar saham kan malah naik, jadi mereka melihat justru sedikit positif. Agak aneh sebenarnya, tapi itu yang dilihat pasar,” ujarnya di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (5/1).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (5/1) ditutup pada level 8.859, naik 111,06 poin atau 1,27 persen.
Menurut Purbaya, pelaku pasar global tidak menunjukkan kepanikan berlebihan. Kenaikan pasar saham mengindikasikan bahwa konflik tersebut belum memicu risiko sistemik terhadap perekonomian dunia, termasuk Indonesia.
Terkait dampak pada fiskal, khususnya belanja subsidi energi, Purbaya menjelaskan pengaruhnya tergantung pada pergerakan harga komoditas global.
Jika konflik menurunkan harga energi, beban subsidi pemerintah berpotensi menurun. Namun, penerimaan negara dari sektor terkait juga dapat tertekan.
“Kalau harganya turun, belanja subsidi turun, tapi income juga turun,” jelasnya.
Purbaya melihat peluang positif bagi nilai tukar rupiah. Stabilitas pasar dan persepsi risiko global yang terkendali diyakini dapat menopang mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. “(Dampak terhadap nilai tukar rupiah?) Harusnya positif,” tegasnya.
Sebelumnya, situasi politik Venezuela memanas setelah mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim militer AS telah melancarkan serangan besar dan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Klaim tersebut disampaikan Trump melalui media sosial Truth Social pada Sabtu (3/1) waktu setempat. Dalam unggahannya, Trump menyebut operasi militer AS berhasil menargetkan kepemimpinan Venezuela.
Trump mengklaim Nicolas Maduro dan istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari Venezuela oleh pasukan AS. “Amerika Serikat telah melaksanakan serangan berskala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolás Maduro. Ia dan istrinya telah ditangkap dan dibawa keluar dari negara tersebut,” tulis Trump.