

Yogyakarta – Senyum semringah terpancar jelas dari wajah pelatih Jakarta Pertamina Enduro, Buelent Karslioglu, setelah timnya sukses mempertahankan gelar juara Proliga 2026. Meski demikian, pelatih asal Turki itu menyimpan sejumlah catatan penting untuk perhelatan kompetisi bola voli paling bergengsi di Tanah Air pada musim berikutnya.
Karslioglu berhasil mengulang pencapaian emasnya dengan kembali membawa Jakarta Pertamina Enduro merengkuh trofi juara. Gelar pemenang dipastikan setelah mengalahkan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia dalam format final best-of-three.
Dominasi Tisya Amallya Putri dan kawan-kawan sangat terlihat pada pertandingan leg kedua yang berlangsung di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026). Setelah sempat kehilangan satu set di leg pertama, Pertamina Enduro berhasil menyapu bersih Phonska Plus dengan skor telak 3-0 (25-19, 25-23, 25-21).
Buelent Karslioglu mengungkapkan bahwa gelar juara ini tidak diraih dengan mudah. “Saya kemarin sudah katakan final itu berbeda, karena jika Anda memenangi gim pertamanya, adaptasinya akan sangat sulit, tetapi begitu juga kalau kita terlalu berambisi,” ucapnya.
Menurutnya, strategi tim bekerja dengan baik dan tim memiliki pemain-pemain berkarakter kuat. “Jadi, inilah kunci kemenangan kami. Dan juga, kami bermain untuk diri kami sendiri, untuk keluarga kami, untuk klub kami,” tegasnya.
Ia menambahkan, “Ada terlalu banyak drama dalam satu musim. Dari hari pertama sampai hari ini itu tidak mudah. Kami harus menunjukkan karakter, beradaptasi dengan sistem. Kami juga harus menderita untuk bisa tiba di sini dengan mudah.”
Karslioglu juga menyoroti keputusan tim yang tidak panik saat melakukan pergantian pemain asing, dari Iana Shcherban ke Irina Voronkova, menjelang final four Proliga 2026. “Kalau kami hanya mengganti ini dan itu, mengganti pemain asing, itu namanya panik. Namun, kami percaya dan kami bertahan,” tambahnya.
Keputusan pergantian pemain asing ini terbukti krusial. Voronkova tidak hanya tampil kuat di lapangan, tetapi juga berhasil mengangkat moral rekan-rekan setimnya dengan kepemimpinan yang mumpuni.
Meski sukses besar dalam dua musim terakhir, Karslioglu menekankan bahwa kesuksesan tidak boleh menjadi satu-satunya tujuan. Ia berharap adanya peningkatan dalam partisipasi pemain muda serta penyelenggaraan kompetisi yang lebih baik.
Setelah berhasil menarik pemain voli kelas dunia seperti Voronkova, Annie Mitchem, atau Neriman Ozsoy di sektor putri, kualitas sajian kompetisi itu sendiri juga harus menarik. “Orang-orang dari seluruh dunia menonton liga ini. Artinya, kita harus melakukan sesuatu, bagaimana caranya untuk menunjukkan yang terbaik kepada mereka,” ujarnya.
Ia secara khusus mengkritisi kondisi arena pertandingan dan penyelenggaraan yang dinilainya kurang optimal. “Selain itu, arena pertandingannya, penyelenggaraannya, saya sangat sedih. Kenapa? Karena tidak ada yang fokus dengannya tetapi kalian hanya fokus dengan hasilnya,” keluhnya.
Sejak seri terakhir final four di Semarang, Karslioglu telah mengeluhkan hawa panas yang berlebihan di dalam arena. Ia mengusulkan Jakarta sebagai tuan rumah Proliga berikutnya, mengingat terakhir kali grand final digelar di ibu kota adalah pada 2024, tepatnya di Indonesia Arena.
“Tahun lalu kami tidak harus (menarik napas) karena terlalu banyak orang di dalam. Kenapa kita tidak bermain di Jakarta?” tambahnya. Ia bahkan menceritakan bahwa Duta Besar Turki meneleponnya dan menyatakan keinginan untuk menonton pertandingan, tetapi terhalang kesibukan jika lokasi jauh dari Jakarta.
“Ini hanya salah satu contoh tetapi penting. Mungkin dengan begitu, menteri olahraga mau datang, karena kalau ada duta besar yang datang, semua protokoler akan fokus ke olahraga ini,” harapnya.
Buelent Karslioglu juga menanggapi penerapan format best-of-three untuk Proliga. Menurutnya, perubahan yang perlu dipertimbangkan adalah konsep final four sebelum final. Ia berpendapat, setelah babak reguler di mana setiap tim sudah saling bertemu, akan lebih baik jika kompetisi langsung dilanjutkan dengan babak pemeringkatan.
“Best-of-three dan best-of-five (tidak masalah) kalau kita tidak memainkan final four. Format best-of-three itu oke buat saya,” katanya. Namun, ia merasa tidak adil jika tim bermain di final four setelah dua kali bertemu di babak reguler. “Untuk apa? Hanya untuk mengejar posisi pertama tetapi kita memberi lawan kesempatan lagi. Ini tidak adil,” tegasnya.
“Kalau mau best-of-five seperti Liga Turki tidak apa-apa, tetapi kami tidak menggunakan playoff,” imbuhnya.
Proliga akan menghadapi jeda antarmusim yang lebih panjang karena adanya penyesuaian kalender kompetisi oleh PBVSI tahun depan. Jika biasanya digelar pada awal tahun, Proliga akan bertukar slot dengan Livoli. Proliga 2027 diperkirakan akan dimulai sekitar bulan September.