Pengacara Bantah Ruben Onsu Dalangi Boikot Sarwendah

ruben onsu dituding jadi dalang pemboikotan sarwendah, begini kata pengacara

Jakarta – Polemik yang melibatkan Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, perhatian tertuju pada petisi bertajuk “Cancel Sarwendah dari Media Sosial” yang terus mengumpulkan dukungan dari warganet. Jumlah tanda tangan dalam petisi tersebut bahkan telah mencapai lebih dari 80 ribu.

Di tengah derasnya aksi boikot terhadap Sarwendah, muncul dugaan yang menyeret nama Ruben Onsu sebagai sosok yang dianggap berada di balik gerakan tersebut. Menanggapi spekulasi itu, pihak Ruben melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, memberikan klarifikasi tegas.

Menurut Minola, Ruben Onsu sama sekali tidak memiliki hubungan ataupun keterlibatan dengan gerakan yang digagas oleh masyarakat di media sosial. Ia menegaskan bahwa perjuangan yang saat ini dilakukan kliennya memiliki fokus yang berbeda dan tidak berkaitan dengan upaya memboikot mantan istrinya.

“Ruben Onsu kan memang tidak terkait dengan masalah sikap dari masyarakat atau netizen untuk melakukan pemboikotan ya terhadap S (Sarwendah). Karena yang kami perjuangkan sebenarnya adalah perjuangan yang berbeda,” ujar Minola Sebayang saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Minola menjelaskan bahwa perhatian Ruben saat ini sepenuhnya tertuju pada proses hukum yang tengah berjalan. Prioritas utama sang presenter adalah memperjuangkan hak asuh anak serta meminta adanya transparansi terkait nafkah, bukan mencampuri respons publik terhadap aktivitas Sarwendah di media sosial.

Ia menegaskan bahwa langkah hukum yang ditempuh Ruben tidak pernah bertujuan menghambat aktivitas maupun mata pencaharian Sarwendah sebagai figur publik.

Meski membantah keterlibatan Ruben, Minola mengakui bahwa aksi boikot yang berkembang merupakan bentuk respons masyarakat terhadap berbagai tindakan Sarwendah yang dianggap menuai kontroversi.

Menurutnya, munculnya petisi tersebut tidak dapat dilepaskan dari penilaian publik atas sejumlah pernyataan dan aktivitas Sarwendah, khususnya ketika melakukan siaran langsung di TikTok.

“Masyarakat melihat banyak hal-hal yang dianggap tidak pantas, yang pada dasarnya bertentangan dengan banyak hal, termasuk norma. Mungkin ucapan-ucapan S ketika live TikTok, menghina ayah anak-anaknya, mengecilkan arti uang, hingga aksi jualan yang dianggap tabu,” lanjut Minola.

Ia menilai, apabila jumlah dukungan terhadap petisi terus meningkat, hal tersebut mencerminkan adanya penilaian negatif dari masyarakat yang muncul secara alami, bukan karena dorongan dari pihak tertentu.

Rekomendasi