

Tapanuli Selatan – Presiden Prabowo Subianto menghabiskan malam Tahun Baru 2026 bersama warga terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Di lokasi pengungsian, Prabowo memberikan pesan kepada para korban untuk selalu menjaga dan menghormati alam.
Prabowo mengingatkan bahwa Indonesia sebagai negara besar dengan kekayaan alam melimpah, juga rentan terhadap bencana.
“Negara kita sangat besar, sangat indah, sangat makmur, tapi memang kita harus waspada terhadap alam. Karena itu alam harus kita hormati, alam harus kita jaga, alam harus kita rawat,” ujar Prabowo seperti dikutip dari keterangan Tim Komunikasi Presiden, Kamis (1/1/2026).
Di hadapan pengungsi, Prabowo menekankan pentingnya semangat dan keikhlasan dalam menghadapi musibah. “Kita harus terus kuat, tegar jiwa kita. Dan yang paling penting, kita harus gotong royong bersama-sama menghadapi kesulitan,” tuturnya.
Momen pergantian tahun, Prabowo rayakan di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru. Sesaat sebelum pukul 00.00 WIB, Prabowo mengajak warga bernyanyi bersama menyambut tahun 2026.
Lagu “Tanah Airku” menjadi pilihan pertama, diikuti “Rayuan Pulau Kelapa”. Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi turut hadir dan bernyanyi bersama.
Sebelumnya, Prabowo tiba di Sumatera Utara pada Rabu (31/12/2025), mendarat di Bandar Udara Raja Sisingamangaraja XII, Kabupaten Tapanuli Utara.
Di Tapanuli Selatan, Prabowo meninjau pembangunan Jembatan Bailey di Sungai Garoga yang dikerjakan bersama oleh aparat dan masyarakat. Jembatan ini merupakan penghubung utama yang terputus akibat bencana.
Selain meninjau infrastruktur, Prabowo memastikan pelayanan yang layak dan penyaluran bantuan tepat sasaran bagi para pengungsi.
Dalam rangkaian kunjungan ini, Prabowo awalnya berencana mengunjungi Aceh sebelum pergantian tahun, namun rencana tersebut batal akibat cuaca buruk.