

Di tengah pesatnya perkembangan smartphone modern, sejumlah ponsel lawas justru mengalami kenaikan nilai yang signifikan dan kini diburu kolektor. Beberapa model yang dulu dijual sebagai perangkat komunikasi biasa berubah menjadi barang koleksi bernilai tinggi, terutama jika masih baru, lengkap dengan kotak asli, atau masih tersegel.
Fenomena ini terjadi bukan hanya di kalangan kolektor teknologi, tetapi juga di pasar lelang internasional. Kelangkaan, sejarah, dan pengaruhnya terhadap perkembangan industri ponsel membuat sejumlah perangkat klasik dihargai jauh lebih mahal dibanding smartphone flagship terbaru.
Berikut tiga HP jadul yang kini menjadi incaran para kolektor.
iPhone generasi pertama hampir selalu berada di posisi teratas dalam daftar ponsel koleksi.
Perangkat yang diperkenalkan Steve Jobs pada 2007 ini dianggap sebagai salah satu produk paling bersejarah dalam industri teknologi karena mengubah cara masyarakat menggunakan telepon seluler.
Nilai koleksinya melonjak drastis dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa unit iPhone 2G 8 GB yang masih tersegel berhasil terjual dalam berbagai lelang internasional dengan harga lebih dari US$190.000 atau setara lebih dari Rp3 miliar, tergantung kurs saat transaksi. Harga itu jauh melampaui smartphone premium modern.
Nilai tinggi tersebut terutama disebabkan oleh kelangkaan unit yang benar-benar belum pernah dibuka.
Tidak semua ponsel koleksi berasal dari era smartphone.
Nokia 8800 Arte menjadi salah satu feature phone premium paling ikonik yang pernah diproduksi Nokia. Ponsel ini dikenal lewat desain berbahan logam berkualitas tinggi, mekanisme slider yang presisi, serta posisinya sebagai perangkat mewah pada masanya.
Di pasar kolektor internasional, unit yang masih mulus dan lengkap dengan aksesori asli dapat dihargai berkisar US$800 hingga lebih dari US$2.000 atau setara Rp35 juta, bahkan lebih tinggi untuk edisi langka atau kondisi baru.
Nilainya terus bertahan karena produksi yang terbatas dan statusnya sebagai simbol kemewahan era feature phone.
Sebelum era ponsel tipis dan smartphone layar sentuh, Motorola DynaTAC 8000X telah mencatat sejarah sebagai salah satu telepon genggam komersial pertama di dunia.
Dirilis pada awal 1980-an, perangkat ini memiliki bobot hampir 800 gram dengan baterai yang hanya mampu bertahan sekitar 30 menit untuk berbicara. Meski demikian, DynaTAC menjadi simbol revolusi komunikasi bergerak.