

Jakarta – PT Vivo Energi Indonesia telah menyerap 100 ribu barel Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Base Fuel dari Pertamina Patra Niaga. Penyerapan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasokan di seluruh jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Vivo di Indonesia.
Kesepakatan bisnis ke bisnis (B2B) ini merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah yang menekankan pemenuhan suplai BBM bagi badan usaha swasta. Sebelumnya, beberapa SPBU swasta sempat mengalami kekosongan stok sejak Agustus lalu.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan penyaluran ini adalah tahap kedua dalam pemenuhan pasokan untuk badan usaha swasta. Sebelum Vivo, Pertamina Patra Niaga juga telah menyalurkan volume serupa kepada PT APR sebagai operator SPBU BP-AKR.
“Vivo menyerap 100 ribu barel dari kargo impor yang kami suplai. Ini menjadi bagian dari komitmen menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat,” kata Roberth dalam keterangan tertulisnya, Senin, 24 November 2025.
Roberth menjelaskan, kerja sama dengan badan usaha swasta dilaksanakan berdasarkan prinsip keterbukaan dan Good Corporate Governance. Proses ini meliputi penetapan kebutuhan volume, tender pemasok, verifikasi melalui joint surveyor, hingga mekanisme open book dalam negosiasi komersial.
Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, BBM kemudian didistribusikan ke SPBU Vivo untuk melayani konsumen. Roberth menambahkan, Pertamina Patra Niaga siap melanjutkan dukungan pasokan kepada badan usaha swasta lainnya, selama sejalan dengan kebijakan pemerintah dan kebutuhan pasar.
Menurut Roberth, kolaborasi antar pelaku usaha sangat penting untuk menjaga ketahanan energi nasional. “Menjamin akses masyarakat terhadap energi adalah kerja bersama. Kami memastikan pasokan BBM tetap aman, berkualitas, dan mudah dijangkau,” pungkasnya.