

Jakarta – Indonesia memasuki musim kemarau dengan suhu udara yang cenderung lebih panas. Kondisi ini membuat pengendara sepeda motor menghadapi tantangan tambahan, bukan hanya dari sisi keselamatan berkendara, tetapi juga kesehatan kulit akibat paparan sinar matahari, debu, dan polusi.
Berkendara di bawah terik matahari dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko kulit menjadi belang, kusam, hingga mengalami penuaan dini. Paparan debu dan polusi jalanan juga dapat menyumbat pori-pori dan memicu munculnya jerawat.
Karena itu, selain menggunakan perlengkapan berkendara yang aman, pengendara juga perlu memberikan perlindungan ekstra bagi kulit.
Berikut tiga tips sederhana agar kulit tetap sehat selama berkendara di musim kemarau.
Gunakan sunscreen untuk melindungi kulit dari sinar UV. Paparan sinar ultraviolet menjadi salah satu penyebab utama kerusakan kulit, mulai dari warna kulit yang tidak merata hingga munculnya tanda-tanda penuaan dini.
Sebelum berkendara, gunakan sunscreen dengan SPF minimal 30 atau SPF 50 pada area yang sering terpapar sinar matahari, seperti wajah, leher, dan tangan. Jika perjalanan berlangsung cukup lama, aplikasikan kembali sunscreen setiap dua hingga tiga jam agar perlindungannya tetap optimal.
Selain sunscreen, gunakan jaket berkendara berbahan nyaman dengan warna cerah. Jaket berwarna terang dinilai lebih efektif memantulkan panas dibandingkan warna gelap sehingga tubuh terasa lebih nyaman saat berkendara di bawah cuaca terik.