Putri KW Fokus Benahi Mental demi Prestasi Kejuaraan Dunia 2026

Putri Kusuma Wardani fokus membenahi aspek mental sebagai persiapan menghadapi Kejuaraan Dunia 2026.

Jakarta – Atlet tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, kini tengah memfokuskan diri pada persiapan intensif menjelang Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026.

Turnamen bergengsi tersebut dijadwalkan berlangsung di New Delhi, India, pada 17 hingga 23 Agustus mendatang.

Putri menyatakan bahwa ia telah kembali menjalani rutinitas latihan penuh setelah menyelesaikan rangkaian kompetisi yang padat di Jepang dan China.

Fokus utama dalam sesi latihan saat ini adalah pembenahan aspek nonteknis yang dianggap krusial untuk menunjang performa di lapangan.

“Sejauh ini Alhamdulillah sudah mulai latihan lagi. Persiapannya kurang lebih sama seperti menjelang Japan Open. Kekurangan-kekurangan dari dua minggu pertandingan kemarin sekarang sedang kami benahi dan ditambah lagi dalam latihan,” ujar Putri kepada media pada Selasa (4/8/2026).

Putri menegaskan bahwa evaluasi mendalam dari penampilannya di Japan Open dan China Open menunjukkan bahwa kekuatan mental adalah kunci utama.

Baginya, kemampuan untuk menjaga pikiran tetap tenang selama pertandingan jauh lebih menentukan dibandingkan sekadar penguasaan teknik.

Keberhasilannya menembus babak semifinal Japan Open, termasuk kemenangan impresif atas wakil China, Wang Ziyi, menjadi bukti efektivitas dari penguatan mental tersebut.

Kemenangan atas Wang Ziyi diakui Putri sebagai titik balik penting yang meningkatkan kepercayaan dirinya untuk bersaing di level elite dunia.

Pengalaman menghadapi mantan juara dunia asal Jepang, Akane Yamaguchi, juga memberikan pelajaran berharga bagi perkembangan kariernya.

“Lebih percaya diri sih. Karena saya bisa mengalahkan Wang Ziyi, itu membuat saya bangga dengan diri sendiri. Yang paling utama tetap soal mental dan pikiran. Itu yang akan terus saya tekankan setiap pertandingan, apalagi saat menghadapi pemain-pemain top lima atau top 10 dunia,” tambahnya.

Setelah Kejuaraan Dunia, Putri telah dihadapkan pada jadwal turnamen yang sangat padat, termasuk partisipasi di China Masters dan Asian Games Nagoya.

Ia menyadari bahwa setiap ajang besar menuntut standar fisik dan mental yang tinggi agar konsistensi performa tetap terjaga.

Khusus untuk Asian Games, Putri memikul beban moral besar karena membawa nama bangsa di ajang multi-cabang olahraga.

Kegagalan tim bulu tangkis Indonesia dalam meraih medali pada Asian Games Hangzhou menjadi motivasi tambahan baginya untuk memberikan kontribusi maksimal di Nagoya.

Meski memiliki ambisi besar, Putri memilih untuk tetap realistis dengan memfokuskan perhatian pada turnamen yang berada di depan mata.

Target pribadinya adalah memperbaiki pencapaian pada edisi Kejuaraan Dunia sebelumnya dengan menargetkan babak final.

“Targetnya semoga bisa memperbaiki warna medali. Syukur-syukur bisa juara atau minimal menjadi runner-up,” ungkap Putri.

Putri juga menggarisbawahi peran penting pelatihnya, Imam Tohari, dalam menjaga kestabilan emosionalnya di tengah ketatnya persaingan.

Menurutnya, arahan pelatih menjadi faktor penentu saat ia mengalami tekanan tinggi atau kelelahan mental selama bertanding.

Teguran keras dari pelatih di lapangan bahkan pernah menjadi katalisator bagi Putri untuk bangkit dan merebut kemenangan saat menghadapi lawan tangguh.

Dengan bekal evaluasi tersebut, ia optimis dapat memberikan performa terbaik bagi Indonesia di panggung dunia.

Rekomendasi