Final Piala Presiden 2026: Tavares Juara, Igor Temukan Identitas Baru

Bernardo Tavares dan Igor Tolic menunjukkan kapasitas taktik dalam laga final Piala Presiden 2026.

Bandung – Gelar juara Piala Presiden 2026 yang diraih Persebaya Surabaya menjadi puncak dari pertarungan taktik dua nakhoda baru di kancah sepak bola nasional.

Laga final yang berakhir lewat drama adu penalti di Bandung tersebut bukan hanya soal trofi, melainkan pembuktian kapasitas bagi Bernardo Tavares dan Igor Tolic.

Keduanya mengemban misi besar untuk membuktikan diri mampu membawa klub masing-masing bersaing di level tertinggi.

Bagi Igor Tolic, turnamen ini adalah ujian perdana sebagai pelatih kepala setelah tiga musim menjadi bayang-bayang Bojan Hodak di Persib Bandung.

Tugas tersebut tergolong berat karena ia harus meracik strategi di tengah absennya tujuh pemain inti yang sedang memperkuat Timnas Indonesia.

Kendati demikian, Igor mampu membawa Maung Bandung melaju hingga partai puncak dengan gaya kepemimpinannya sendiri.

Ia mengakui bahwa transisi dari asisten menjadi pelatih utama menghadirkan tantangan emosional yang unik di lapangan.

“Agak sedikit lucu. Karena saat berada di ruang ganti semua terasa biasa saja, tetapi saat pertandingan terkadang saya menoleh dan berpikir Bojan yang akan berjalan, serta bersuara kencang,” ujar Igor.

Kini, Igor dibantu oleh Zlatko Runje, Achmad Jufriyanto, dan pelatih fisik Karlo Reinholz untuk membangun identitas baru bagi Persib.

Ia optimistis bahwa seiring berjalannya waktu, proses adaptasi tim akan semakin matang.

Di sisi lain, Persebaya Surabaya tampil dengan wajah baru di bawah arahan Bernardo Tavares.

Pelatih asal Portugal ini didatangkan untuk membangun fondasi tim yang lebih solid setelah kesuksesannya bersama PSM Makassar.

Tavares memanfaatkan turnamen pramusim ini untuk memadukan pemain lama dengan wajah-wajah baru seperti Yuran Fernandes dan Alex Martins.

Hasilnya, Green Force tampil impresif dengan organisasi permainan yang disiplin sejak fase grup hingga babak final.

Tavares menekankan bahwa keberhasilan menjuarai Piala Presiden adalah awal dari perjalanan panjang menuju kompetisi liga.

“Trofi ini menjadi awal yang baik bagi Persebaya. Kami senang bisa mempersembahkan gelar Piala Presiden kepada seluruh keluarga besar Persebaya. Namun perjalanan kami masih panjang karena target utama adalah menghadapi kompetisi liga,” tegas Tavares.

Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada suporter yang setia memberikan dukungan selama turnamen berlangsung.

“Terima kasih kepada seluruh Bonek dan Bonita atas dukungan luar biasa selama turnamen ini. Saya berharap pada pertandingan 15 Agustus nanti stadion kembali penuh. Cara terbaik untuk memberikan apresiasi kepada para pemain adalah dengan terus mendukung mereka secara langsung di stadion,” tambah pelatih berusia 46 tahun tersebut.

Pertandingan final yang berlangsung sengit selama 120 menit tersebut sempat diwarnai gol Ramadhan Sananta untuk Persebaya dan balasan Patricio Matricardi untuk Persib.

Setelah skor imbang bertahan, Persebaya akhirnya memastikan kemenangan melalui adu penalti yang dramatis.

Keberhasilan ini menjadi catatan sejarah bagi Persebaya sebagai gelar pertama mereka di turnamen tersebut.

Bagi Igor Tolic, meski harus mengakui keunggulan lawan, melaju ke final merupakan sinyal positif bagi masa depan Persib di bawah arahannya.

Piala Presiden 2026 telah menjadi pembuktian bahwa era baru bagi kedua klub telah dimulai dengan fondasi yang cukup menjanjikan.

Rekomendasi