

Padang – Tasyi Athasyia mengambil langkah hukum setelah mengungkap dugaan pencurian barang-barang miliknya oleh seorang karyawan. Keputusan melapor ke polisi disebut bukan semata karena nilai kerugian yang ditaksir lebih dari Rp500 juta, melainkan untuk memberikan efek jera.
Menurut Tasyi, barang yang diduga dicuri bukan hanya satu atau dua. Dari penelusuran usai menemukan bukti transaksi, setidaknya hampir 12 barang miliknya diketahui telah dijual.
Kondisi itu membuat Tasyi menilai persoalan tersebut tak lagi cukup diselesaikan dengan maaf. Apalagi, karyawan tersebut sempat tidak mengakui perbuatannya saat pertama kali ditanya.
Melalui unggahan di media sosial, Tasyi mengatakan dirinya tidak terlalu memikirkan nilai barang yang hilang. Yang lebih dikhawatirkan adalah dugaan pencurian itu disebut telah dilakukan berkali-kali.
“AGUSTUS A NYA APA????? Alhamdulillah malingnya ketauan? Aku bukan mikirin barangnya, cuma jujur karena mencurinya hampir 12 barang wich is 12 kali jatohnya bahaya kalo ga dikasih efek jera guys?,” tulis Tasyi yang dikutip dari Instagramnya pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Keputusan membawa kasus itu ke polisi juga dipengaruhi sikap karyawan yang disebut masih memberikan jawaban tidak jujur setelah bukti ditemukan.
Dugaan pencurian tersebut mulai terbongkar saat salah satu anggota tim Tasyi menemukan notifikasi email terkait transaksi penjualan barang. Dari penelusuran itu, tim menemukan sejumlah bukti yang mengarah pada barang-barang milik Tasyi yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Setelah bukti diperlihatkan, karyawan tersebut akhirnya disebut mengakui perbuatannya. Bahkan, menurut Tasyi, jumlah barang yang telah dijual kemungkinan lebih banyak dari yang semula diketahui.
Namun, Tasyi mengaku tetap heran dengan respons karyawan tersebut setelah pengakuan diberikan.
“Dan setelah ketauan pun masih bohong terus, dan setelah ngaku pun mukanya ga ada nyesel2nya , nangis aja engga, sampe aku yg nanya kok bisa ga nangis, baru pura2 nangis? jujur agak bingung,” ungkapnya.