

Towcester – Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin, memilih untuk tetap bersikap realistis dan waspada setelah berhasil mengamankan podium pertama dalam sesi Sprint MotoGP Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone.
Kemenangan krusial pada Sabtu, 8 Agustus 2026 malam WIB tersebut menjadi angin segar bagi Martin, mengingat ini adalah kemenangan pertamanya sejak meraih podium ganda di MotoGP Prancis pada awal Mei lalu.
Hasil positif ini sekaligus memperkokoh posisi pembalap asal Spanyol tersebut di puncak klasemen sementara MotoGP 2026 dengan raihan total 220 poin.
Meskipun berhasil mendominasi sesi balapan pendek tersebut, Martin menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak serta-merta menyelesaikan seluruh kendala teknis yang dihadapi timnya sepanjang musim ini.
Ia mengungkapkan bahwa kenyamanan yang dirasakannya saat ini didapat setelah tim mekanik memutuskan untuk mengembalikan pengaturan motor Aprilia RS-GP26 miliknya ke setelan awal musim.
“Saya merasa sudah keluar dari masalah setelah kembali ke setting motor awal, yang membuat saya merasa nyaman kembali,” ujar Jorge Martin dalam keterangan resminya kepada media setelah balapan.
“Namun, hal itu bukan berarti tiba-tiba semua masalah yang kami hadapi langsung beres begitu saja,” tambah pembalap andalan Aprilia tersebut dengan nada mawas diri.
Martin menambahkan bahwa dirinya dan tim masih harus membuktikan konsistensi performa motor baru mereka pada rangkaian balapan berat berikutnya.
“Kami perlu membuktikannya lagi di balapan-balapan berikutnya, dan salah satunya tentu saja pada balapan utama di sini,” imbuhnya merujuk pada balapan utama Grand Prix Inggris.
Selama jalannya Sprint sepanjang sepuluh putaran di Silverstone, Martin mengaku sempat merasakan adanya kendala teknis pada motornya selama empat putaran awal.
Kendati demikian, ia tidak terlalu panik karena telah melakukan strategi manajemen ban yang sangat ketat sejak putaran pertama dimulai demi menjaga keawetan karet ban.
Situasi balapan sempat menegang ketika pembalap Trackhouse Aprilia, Ai Ogura, mulai memangkas jarak secara signifikan dan memberikan tekanan dari posisi kedua.
“Saya melihat Ogura mulai mendekat, tetapi saya kemudian menyadari bahwa bukan saya saja yang kesulitan menjaga keausan ban,” jelas Martin mengenai jalannya persaingan di lintasan balap.
Setelah menyadari kondisi rivalnya juga mengalami kendala serupa, Martin mengaku bisa kembali fokus penuh dan mempertahankan kepercayaan dirinya hingga menyentuh garis finis pertama.
“Ya, saya semakin percaya diri dan situasi ini tentu sangat menyenangkan bagi kami, namun perjuangan ini belum selesai,” tegasnya dengan nada optimistis.
Di belakang Martin, Ai Ogura berhasil mengamankan posisi kedua dengan selisih waktu tipis 1,530 detik, disusul oleh Marco Bezzecchi di posisi ketiga yang melengkapi dominasi motor Aprilia di podium Sprint.
Keberhasilan tiga pembalap pengguna motor Aprilia RS-GP26 menguasai podium Sprint membuktikan keunggulan pabrikan asal Italia tersebut di sirkuit cepat seperti Silverstone.
Sementara itu, pembalap utama Ducati Lenovo, Marc Marquez, harus puas finis di posisi kesembilan setelah sempat terlempar dari perebutan posisi depan sejak sesi kualifikasi dimulai.
Francesco Bagnaia yang juga mengendarai motor Ducati Lenovo mengalami akhir pekan yang sangat sulit di sesi Sprint ini dengan hanya mampu finis di posisi ke-17 setelah tertinggal hingga 23,722 detik.
Hasil minor yang didapat Bagnaia membuat jarak poinnya dengan Martin di tabel klasemen sementara semakin melebar menjadi 77 poin.
Saat ini, tantangan terdekat bagi Jorge Martin di klasemen justru datang dari Ai Ogura yang menempati posisi kedua dengan koleksi 203 poin.
Di posisi ketiga klasemen sementara, Marco Bezzecchi membayangi ketat dengan raihan 193 poin, hanya unggul tipis dua angka dari Marc Marquez di posisi keempat.
Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 diprediksi akan semakin memanas mengingat musim balap masih menyisakan sepuluh seri berikutnya setelah GP Inggris.
Setelah balapan di Silverstone, para pembalap dijadwalkan akan langsung bersiap menghadapi seri berikutnya di Sirkuit Aragon, Spanyol, pada akhir Agustus mendatang.
Bagi Martin, konsistensi dalam mengumpulkan poin di setiap sesi Sprint dan balapan utama akan menjadi kunci utama untuk menjaga asa meraih gelar juara dunia pertamanya bersama Aprilia Racing.