Gagal di Piala AFF, Sekjen PSSI Minta Maaf dan Bela Pemain

Sekjen PSSI Yunus Nusi menyampaikan permohonan maaf atas kegagalan timnas Indonesia di Piala AFF 2026.

Jakarta – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas kegagalan tim nasional menembus fase gugur di ajang Piala AFF 2026.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim Garuda setelah hasil imbang kontra Singapura.

Pertandingan penentuan tersebut berlangsung di Stadion Jalan Besar, Singapura, yang menjadi saksi berakhirnya langkah Indonesia di turnamen regional ini.

Yunus Nusi mengaku menyaksikan langsung jalannya pertandingan di Singapura dan menyadari bahwa hasil tersebut jauh dari harapan publik sepak bola nasional.

Proses evaluasi ini ditegaskan sebagai prosedur standar yang diterapkan PSSI terhadap seluruh kelompok umur tim nasional, mulai dari tim senior hingga tim wanita.

Menurut Yunus, evaluasi bukan sekadar respons atas kegagalan, melainkan bagian dari ritme kerja rutin PSSI dalam menjaga kualitas tim nasional.

“Ketua Umum PSSI selalu melakukan evaluasi. Tidak hanya saat menghadapi kegagalan, tetapi juga dalam setiap prestasi, keberhasilan, maupun kemenangan timnas seperti saat melawan Mozambik, Oman, atau saat timnas Wanita meraih juara di Laos,” ujar Yunus Nusi pada Ahad (9/8/2026).

Diskusi mengenai arah tim nasional biasanya melibatkan Ketua Umum PSSI bersama jajaran Badan Tim Nasional (BTN), Komite Eksekutif (Exco), serta staf pelatih.

Yunus Nusi memastikan bahwa dirinya selalu terlibat aktif dalam rangkaian diskusi evaluasi tersebut untuk membedah aspek teknis maupun manajerial.

Terkait hasil di Piala AFF, PSSI memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat sepak bola Indonesia karena belum bisa memberikan hasil yang memuaskan secara sempurna.

Meski demikian, PSSI menitipkan pesan tegas dari Ketua Umum kepada para suporter agar tetap memberikan dukungan moral kepada para pemain yang telah berjuang di lapangan.

PSSI menyadari bahwa kekecewaan publik cukup besar, namun mereka berharap kritik tetap disampaikan secara proporsional.

“Timnas kita yang telah berjuang harus tetap kita apresiasi. Silakan mengkritisi PSSI atau ketua umum, kami menerima,” tegas Yunus Nusi.

PSSI menekankan bahwa pemain dan jajaran pelatih merupakan aset bangsa yang harus dilindungi dari tekanan berlebihan.

Yunus Nusi secara khusus meminta agar publik tidak melontarkan hujatan kepada pemain maupun pelatih atas hasil minor yang diraih di Singapura.

“Namun, yang terpenting adalah jangan menghujat pemain dan pelatih. Mereka adalah aset kita di masa depan. Masih ada harapan besar bagi anak-anak ini untuk membawa prestasi sepak bola kita menjadi lebih bagus,” tambah Yunus Nusi.

Langkah strategis pasca-Piala AFF diharapkan dapat memperbaiki kelemahan yang terjadi di atas lapangan.

PSSI berkomitmen untuk terus berbenah demi meningkatkan standar kompetitif tim nasional di masa mendatang.

Publik kini menantikan langkah konkret dari hasil evaluasi yang dijanjikan oleh federasi sepak bola tertinggi di tanah air tersebut.

Rekomendasi