

Jakarta – Indonesia mencatatkan prestasi gemilang dengan menahbiskan diri sebagai juara umum dalam ajang 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 yang berakhir pada Senin, 10 Agustus 2026.
Kontingen Merah Putih sukses mengamankan posisi puncak klasemen perolehan medali dengan mengumpulkan 5 medali emas, 4 medali perak, dan 17 medali perunggu.
Capaian ini menempatkan Indonesia di atas Filipina yang menempati posisi kedua dengan raihan 4 emas, 2 perak, dan 8 perunggu.
Sementara itu, Australia harus puas berada di peringkat ketiga dengan perolehan 4 emas, 1 perak, dan 3 perunggu.
Keberhasilan ini tidak hanya diukur dari perolehan medali, tetapi juga kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah ajang berstatus World Taekwondo (WT) G2 tersebut.
Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen TNI Richard Tampubolon, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian ganda tersebut.
“Juara umum adalah hasil, legacy adalah tujuan. Asian Taekwondo Indonesia Open Championships membuktikan kita mampu menjadi tuan rumah berstandar dunia sekaligus membangun fondasi prestasi menuju Olimpiade,” ujar Richard.
Richard menekankan bahwa ajang ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan jam terbang para atlet nasional.
Menurutnya, prestasi besar tidak bisa dibangun dalam waktu singkat, melainkan melalui sistem pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan.
Kejuaraan ini menjadi momentum penting bagi kebangkitan taekwondo Indonesia setelah hampir dua dekade tidak menjadi tuan rumah turnamen internasional berskala besar.
Sebanyak 531 atlet dari 36 negara tercatat berpartisipasi dalam kejuaraan yang menjadi ajang pengumpulan poin peringkat dunia menuju Olimpiade Los Angeles 2028 ini.
Richard juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak, termasuk Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, atas dukungan penuh terhadap pembinaan prestasi olahraga taekwondo di tanah air.
“Apresiasi juga saya sampaikan kepada atlet, pelatih, official, pengprov, panitia, sponsor, dan para pihak yang telah menyukseskan kejuaraan ini,” tambahnya.
Pada hari terakhir pelaksanaan, Indonesia berhasil menambah koleksi medali melalui kontribusi tiga perunggu.
Medali tersebut dipersembahkan oleh Diyah Maulida Putri Aliandi dan Olivia Intan Widi Prabawani di kelas kyorugi 73kg putri.
Selain itu, Irly Ramadhan juga turut menyumbangkan perunggu dari kelas 54kg putra.
Bagi Diyah, atlet berusia 17 tahun binaan POPDA Jawa Barat, keberhasilan menembus babak semifinal merupakan pengalaman berharga dalam debut internasionalnya.
“Rasanya sungguh luar biasa bisa meraih medali perunggu di Asian Taekwondo. Tidak nyangka banget,” ungkap Diyah.
Ia menambahkan bahwa ajang dengan standar G2 ini memberikan pelajaran berharga bahwa atlet daerah memiliki potensi untuk bersaing di kancah internasional.
Seluruh rangkaian kejuaraan ini juga menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 TNI, yang menegaskan sinergi antara instansi militer dan pengembangan olahraga nasional.