

San Diego – Robert Downey Jr. (RDJ) dipastikan kembali ke Marvel Cinematic Universe (MCU) sebagai penjahat super Victor Von Doom atau Doctor Doom dalam film Avengers: Doomsday. Pengumuman yang menggemparkan para penggemar ini disampaikan pada San Diego Comic-Con (SDCC) Juli 2024 lalu, menandai kembalinya sutradara Russo Brothers dan penulis Stephen McFeely yang sukses menggarap Avengers: Infinity War dan Avengers: Endgame. Film Avengers: Doomsday dijadwalkan rilis pada 1 Mei 2026.
Kembalinya RDJ kali ini bukan untuk memerankan Tony Stark/Iron Man, karakter ikonisnya yang karismatik. Film ini juga akan menggantikan rencana sebelumnya untuk Avengers: The Kang Dynasty, yang sedianya akan menjadikan Kang The Conqueror, diperankan oleh Jonathan Majors, sebagai musuh utama Avengers.
Pemilihan RDJ sebagai Doctor Doom merupakan keputusan strategis yang didalangi oleh Presiden Marvel Studios, Kevin Feige. Joe Russo mengungkapkan bahwa RDJ sangat mendalami pengembangan karakter Doctor Doom, bahkan turut menulis latar belakang dan ide-ide kostumnya. RDJ sendiri yang mengajak Russo Brothers untuk menyutradarai Avengers: Doomsday dan sekuelnya, Avengers: Secret Wars (2027).
Dari segi cerita, kemunculan RDJ sebagai Doctor Doom diindikasikan memiliki kaitan erat dengan pengorbanan Tony Stark/Iron Man dalam Avengers: Endgame. Salah satu teori populer yang beredar mengaitkannya dengan konsep dreamwalking.
Konsep dreamwalking pertama kali diperkenalkan dalam film Doctor Strange in The Multiverse of Madness (2022), di mana Wanda Maximoff/Scarlet Witch dari Bumi-616 mampu mengambil alih kendali pikiran dan tubuh Wanda Maximoff di Bumi-838.
Satu teori pendukung menyebutkan bahwa Doctor Doom di Doomsday berasal dari realitas lain yang dihancurkan oleh Galactus. Meskipun fisiknya tidak dapat selamat, Doctor Doom berhasil memindahkan kesadarannya ke Tony Stark melalui dreamwalking. Galactus sendiri adalah musuh utama Fantastic Four yang akan tayang pada 25 Juli 2025 dalam film Fantastic Four: First Steps.
Teori lain mengemukakan bahwa Tony Stark dalam film Endgame sebenarnya adalah Doctor Doom yang telah melakukan dreamwalking ke pikiran dan tubuh Tony Stark. Hal ini dipercaya menjadi alasan mengapa Tony mampu dengan cepat menyelesaikan perhitungan terkait perjalanan waktu hanya dalam semalam, sebuah bidang ilmu pengetahuan yang dikuasai oleh Doctor Doom.
Ada pula teori yang mengatakan bahwa Doctor Doom melakukan dreamwalking ke jasad Tony Stark. Kemungkinan ini didukung oleh kejadian di mana Doctor Strange pernah merasuki jasad dirinya sendiri yang telah membusuk seperti zombi di Bumi-838 untuk menghadapi Wanda Maximoff dalam pertarungan terakhir.
Namun, semua teori tersebut memiliki kendala. Untuk bisa melakukan dreamwalking, Doctor Doom harus menggunakan buku Darkhold, yang telah dihancurkan oleh Scarlet Witch di seluruh multisemesta.
Muncul teori alternatif yang erat kaitannya dengan cerita Marvel’s Agents of SHIELD Musim 5 dan 6, meski serial ini belum secara resmi diakui sebagai kanon di MCU.
Pada Musim 5, diperkenalkan batu-batu monolit yang mampu mengendalikan ruang dan waktu. Musim 6 kemudian menjelaskan asal-usul monolit yang bernama Di’Allas ini, memperkenalkan satu batu lagi dengan kemampuan penciptaan berdasarkan pikiran penggunanya.
Akhir Musim 5 menampilkan Direktur SHIELD, Phil Coulson, meninggal dunia. Namun, Musim 6 secara mengejutkan menampilkan karakter baru bernama Sarge dengan fisik dan DNA yang cocok dengan milik Phil Coulson, hasil kombinasi kekuatan ketiga Di’Allas. Di’Allas menciptakan duplikat tubuh Coulson dan mengirimkannya melalui ruang dan waktu ke dimensi lain, di mana makhluk bernama Pachakutiq merasuki tubuh tersebut, menciptakan Sarge.
Memori Coulson yang berbenturan dengan memori Sarge mengakibatkan Sarge memiliki ingatan yang samar, dan beberapa kali menunjukkan perilaku seperti Coulson. Meskipun sempat menimbulkan harapan agen SHIELD untuk memisahkan keduanya, Sarge akhirnya menampilkan sisi jahatnya dan terpaksa dibunuh.
Pendekatan ini dapat digunakan dalam Avengers: Doomsday. Secara kronologi, lini masa Agents of SHIELD Musim 6 diyakini berada pada lompatan waktu 5 tahun sebelum peristiwa Avengers: Endgame. Meskipun Di’Allas telah dihancurkan pada episode terakhir Musim 6, energinya dipercaya akan tetap eksis.
Teorinya, setelah kabar kematian Tony Stark tersebar, harapan dan kehilangan mendalam dari penduduk Bumi dimanifestasikan oleh energi Di’Allas. Energi ini menciptakan duplikat tubuh Tony, mengirimkannya melalui ruang dan waktu ke semesta lain di mana Victor von Doom telah meninggal dunia. Roh Doom kemudian merasuki tubuh duplikat Tony tersebut.
Melalui cerita ini, penggemar dan bahkan karakter di MCU akan merasa familiar dengan Doctor Doom, yang sedikit banyak akan memiliki kepribadian Tony Stark. Namun, mereka juga harus bersiap untuk kehilangan Tony Stark untuk kedua kalinya, sebuah alur cerita yang penuh emosi.