

Jakarta – Rasa getir pada masakan dapat mengganggu selera makan dan membuat hidangan kurang nikmat. Namun, sensasi tidak menyenangkan ini sebenarnya bisa dihindari dengan beberapa trik sederhana dalam mengolah bumbu dan bahan makanan. Sejumlah bahan seperti daun jeruk, kunyit, buah asam, petis, hingga pemilihan alat masak, disebut menjadi penyebab utama timbulnya rasa getir ini.
Rasa getir pada umumnya berasal dari bahan yang memiliki aroma atau rasa kuat. Berikut cara mengatasi rasa getir pada masakan agar tidak muncul:
Daun jeruk bisa menimbulkan rasa getir jika batang daun di bagian tengahnya tidak dibuang. Hal ini sangat terasa terutama jika daun jeruk diiris tipis untuk masakan seperti peyek. Untuk mengatasinya, selalu buang batang dari daun jeruk sebelum mengolahnya dan jangan pernah mencemplungkan daun jeruk utuh ke dalam masakan.
Kunyit juga dapat menyebabkan rasa getir jika tidak dibakar sebelum diolah. Untuk mencegahnya, bakar kunyit sebelum dikupas. Setelah itu, kupas kulit yang gosong dan kunyit siap digunakan. Selain itu, jika Anda menumis bumbu dengan campuran kunyit, pastikan menumisnya hingga bumbu matang sempurna.
Buah asam yang sering ditemukan dalam beberapa masakan seperti sayur asam, dapat menjadi penyebab rasa getir. Buah asam yang masih muda memiliki rasa getir yang dapat merusak cita rasa makanan. Hindari menggunakan buah asam muda dan gunakan asam jawa sebagai penggantinya untuk hasil yang lebih aman.
Petis, bahan khas Jawa Timur, akan menghasilkan rasa getir jika ditumis atau dimasak terlalu lama. Untuk mengatasinya, tambahkan petis di akhir proses memasak agar tidak terlalu lama terkena panas.
Selain bahan makanan, peralatan masak juga bisa memengaruhi rasa masakan. Sebaiknya hindari penggunaan bahan asam (seperti cuka, jeruk nipis, asam jawa) pada peralatan aluminium. Asam dapat melarutkan logam pada aluminium sehingga menghasilkan rasa pahit atau getir pada makanan. Telur juga bisa menghasilkan efek yang serupa. Untuk mencegah rasa getir ini muncul, gunakan peralatan masak berbahan stainless steel, kayu, atau bahan lain selain aluminium saat akan membuat masakan yang menggunakan asam atau telur.