KKP butuh ribuan pekerja untuk modernisasi 1.000 kapal ikan

Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkirakan membutuhkan 10.900 tenaga kerja untuk proyek modernisasi 1.000 kapal ikan. Tenaga kerja ini akan mencakup level nakhoda hingga anak buah kapal (ABK).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia KKP, I Nyoman Radiarta, menyampaikan perkiraan kebutuhan tenaga kerja ini dalam konferensi pers di kantor KKP, Jakarta, Rabu, 17 Desember 2025. Proyek ini meliputi pembangunan sekitar 1.000 kapal ikan berkapasitas 30 gross ton yang akan ditempatkan di Kampung Nelayan Merah Putih.

Nyoman menjelaskan bahwa proses perekrutan akan difokuskan di titik-titik Kampung Nelayan tersebut. “Jadi bukan kita mengambil dari orang luar, tapi mengambil dari lokasi-lokasi tersebut,” ujarnya.

Pernyataan ini disampaikan Nyoman saat memaparkan capaian birokrasi KKP, khususnya di bagian Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Ia juga memaparkan bahwa saat ini KKP telah mengelola 11 politeknik dari jenjang D4, D3, dan akademi komunitas dengan total 5.812 taruna.

Pada tahun ini, KKP menerima sebanyak 1.217 taruna baru. Nyoman memastikan biaya pendidikan seluruh taruna ini gratis karena menggunakan anggaran KKP. Para taruna tersebut merupakan anak dari pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan, seperti nelayan, pembudidaya ikan, petambak garam, pengolah perikanan, dan pemasar perikanan.

Dari 1.217 siswa, sebanyak 80 persen di antaranya berasal dari keluarga berpenghasilan rendah dengan rentang pendapatan Rp 1–5 juta per bulan.

Selain politeknik, KKP juga mengelola lima Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) yang tersebar di Ladong (Aceh), Pariaman (Sumatera Barat), Kota Agung (Lampung), Tegal (Jawa Tengah), dan Waiheru (Maluku), dengan total 550 siswa. KKP berencana membuka dua SUPM baru di Pontianak dan Sorong pada tahun depan.

Pembukaan fasilitas pendidikan ini merupakan upaya KKP untuk meningkatkan kapasitas sumber daya pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan yang termarginalkan. “Kalau kita saingkan dengan masyarakat umum, bisa jadi mereka tidak bisa menikmati pendidikan tinggi ataupun pendidikan menengah,” kata Nyoman.

Ke depan, KKP juga berencana meluncurkan universitas bernama KKP Corporate University pada Agustus 2026. Setelah itu, KKP akan membuka enam pelatihan khusus pada September yang diperuntukkan bagi 81 orang sarjana S-1, S-2, dan CPNS KKP.

“Karena kami menganggap S-1, S-2 ini menjadi next leader dari KKP. Sisanya itu kita lebih fokus kepada technical aspect,” jelas Nyoman.

Di samping itu, KKP telah mensertifikasi sebanyak 3.659 pelaku usaha, dengan mayoritas peserta (3.601 orang) bergerak di perikanan tangkap. Sisanya mendapat sertifikasi di bidang budidaya, pengolahan, permesinan, dan manajemen.

Rekomendasi