

Jakarta – Karier tinju Jake Paul, seorang influencer dan petinju asal Amerika Serikat, menuai sorotan tajam usai kekalahan telak dari petinju profesional asal Inggris, Anthony Joshua. Banyak pihak menilai, Paul seharusnya fokus menjadi influencer saja daripada merasakan sakit di ring tinju.
Kekalahan KO yang memalukan dari Joshua memicu perdebatan tentang masa depan Paul di dunia tinju. Petinju yang memiliki rekor 11-1 ini sebelumnya menantang Joshua dengan tujuan membuktikan diri.
Namun, karier tinju Paul selama ini dibangun atas kemenangan melawan petarung MMA, petinju kelas menengah, dan mantan bintang tinju yang sudah melewati masa jayanya, seperti Julio Cesar Chavez Jr. dan Mike Tyson.
Menantang petinju kelas berat dengan postur tubuh seperti Anthony Joshua dianggap sebagai tindakan yang mengundang petaka. Meskipun kalah KO, Paul dinilai berhasil mendapatkan popularitas dan uang.
Sambil menunggu pemulihan rahangnya, Paul dapat menjadwalkan pertarungan berikutnya. Namun, jurnalis MMA Fighting, Alexander K. Lee, menyarankan agar Paul fokus menjadi influencer dan tidak perlu lagi merasakan sakit di ring tinju.
“Eksperimen Jake Paul sebagai Superstar Tinju harus diakhiri,” tegas Lee, seperti dikutip dari MMA Fighting.
Lee mengingatkan risiko cedera besar jika Paul terus menantang petinju profesional, terutama di kelas berat. Ia mempertanyakan motivasi Paul yang tetap ingin bertarung meski kalah postur dan teknik.
“Sekitar kali keempat atau kelima ia terjatuh ke tanah, Paul mungkin sedang berpikir, ‘apa yang sedang kulakukan di sini?’ dan pada saat itu, sudah terlambat untuk melakukan apa pun selain menyelesaikannya,” tambahnya.
Meskipun demikian, Lee mengakui kebanggaan yang dirasakan Paul karena bisa berada satu ring dengan petinju sekelas Anthony Joshua, pemegang gelar WBA, WBO, dan IBF kelas berat. Kemenangan sebelumnya atas Mike Tyson juga turut menyedot perhatian publik.
“Dia benar-benar masuk ke ring bersama Anthony Joshua,” kata Lee.
“Sebenarnya tidak ada preseden untuk apa yang telah dilakukan Paul, dan meskipun tidak ada yang berkewajiban untuk memuji perjalanan aneh yang sebagian besar mementingkan diri sendiri ini.”
“Anda tentu dapat melihatnya dengan mata objektif dan terkejut oleh keanehan dan kekonyolannya. Jadi, untuk itu, Tuan Paul, kami salut kepada Anda, saya rasa begitu,” pungkasnya.