

Liverpool – Mohamed Salah memberikan pernyataan mengejutkan saat menyampaikan pidato perpisahan di hadapan rekan setimnya di Liverpool. Penyerang asal Mesir itu menyebut Liverpool sebagai klub terburuk di dunia dalam hal tekanan saat mengalami kekalahan.
Pernyataan tersebut disampaikan Salah dalam acara perpisahan di tempat latihan klub, Sabtu (23/5). Dalam kesempatan itu, ia hadir bersama manajer Arne Slot serta staf pelatih untuk mengakhiri masa baktinya bersama The Reds.
Salah menegaskan bahwa atmosfer di Liverpool sangat bergantung pada hasil pertandingan. Menurutnya, klub ini bisa menjadi tempat terbaik di dunia saat meraih kemenangan, namun situasi akan berbalik drastis saat tim menelan kekalahan.
“Saya pikir ini adalah klub terbaik di dunia ketika Anda memenangkan sesuatu, dan klub terburuk di dunia ketika Anda kalah. Jadi, kalian harus menang tahun depan,” ujar Salah.
Ia juga menyampaikan apresiasinya terhadap momen-momen yang telah ia lalui selama sembilan tahun berkarier di Anfield. Salah tercatat telah tampil dalam 441 pertandingan dengan koleksi 257 gol dan 122 assist. Selama periodenya di Merseyside, ia sukses mempersembahkan berbagai gelar bergengsi, termasuk Liga Primer Inggris dan Liga Champions.
Laga melawan Brentford pada Minggu (24/5) akan menjadi penampilan terakhir Salah berseragam Liverpool. Kepergiannya sekaligus menutup babak panjang karier salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah Liga Primer tersebut.
Sementara itu, menanggapi isu ketegangan di ruang ganti terkait performa tim, Florian Wirtz menepis spekulasi adanya perpecahan antara pemain dan manajer Arne Slot. Isu ini sempat muncul setelah sejumlah pemain menyukai unggahan media sosial Salah yang dinilai kontroversial.
Wirtz menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak bermaksud menyerang pelatih. Menurutnya, Salah hanya ingin menyampaikan pesan motivasi kepada rekan-rekannya untuk bekerja lebih keras di masa depan.
“Saya menyukai mentalitas Mo secara umum. Ia adalah orang yang bisa didengarkan karena punya banyak pengalaman. Ia tidak menyerang siapa pun. Menurut saya, itu terlalu dibesar-besarkan,” jelas Wirtz.
Musim ini menjadi periode yang menantang bagi Salah. Berbeda dengan musim sebelumnya saat ia mencatatkan 29 gol dan 18 assist, musim ini performa pemain berusia tersebut mengalami penurunan dengan catatan 12 gol dan 9 assist dari 40 pertandingan.