David Nascimento Ungkap Alasan Timnas U-17 Tidak Mengandalkan Pemain Diaspora

9490a8e169d06ae18633569fcc88f8a4.jpg

Solo – Pelatih Timnas Indonesia U-17, David Nascimento, secara tegas menyatakan komitmennya untuk mengandalkan talenta lokal dalam membangun kekuatan skuad Garuda Muda.

Juru taktik asal Portugal ini memilih untuk menutup pintu bagi pemain diaspora dalam proyek jangka pendek yang ia pimpin.

Keputusan tersebut diambil demi memfokuskan pengembangan pemain yang selama ini ditempa di kompetisi dalam negeri.

David menyampaikan kebijakan tersebut usai memimpin anak asuhnya dalam laga uji coba melawan Malaysia U-17 di Stadion Manahan, Solo, pada Selasa (7/7/2026).

“Kami tidak berencana memanggil pemain diaspora. Kami akan mencari pemain yang bermain di sini, di Indonesia,” ujar David.

Ia mengakui bahwa kualitas pemain keturunan yang berkarier di luar negeri memang memiliki nilai tambah.

Namun, David menilai bahwa pengerahan pemain diaspora lebih relevan jika diproyeksikan untuk memperkuat Timnas Indonesia di level senior.

“Saya pikir kami perlu memberikan kesempatan kepada anak-anak yang bermain di sini,” jelasnya.

Menurut sang pelatih, jenjang usia muda adalah waktu yang tepat untuk mengasah potensi pemain lokal agar bisa berkembang secara maksimal.

“Untuk tim utama saya pikir tidak apa-apa menggunakan pemain diaspora, tetapi untuk tim muda kami mencari pemain yang berlatih dan bermain di Indonesia,” tambah David.

Saat ini, ia merasa kerangka utama tim yang dimilikinya sudah menunjukkan progres yang cukup solid.

David memastikan tidak akan melakukan perombakan besar-besaran terhadap komposisi pemain yang sudah ada.

Ia hanya membuka peluang untuk penambahan personel dalam jumlah yang sangat terbatas.

“Ya, kami sekarang memiliki inti pemain yang sangat bagus,” ungkap sang pelatih.

“Mungkin satu atau dua pemain bisa kami tambahkan, tapi kami tidak akan mengubah terlalu banyak,” tegasnya.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari persiapan intensif menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-17 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026 mendatang.

Dalam proses seleksi dan pemusatan latihan, David lebih banyak memberikan kepercayaan kepada wajah-wajah baru.

Meski demikian, beberapa pemain yang dinilai memiliki pengalaman mumpuni tetap dipertahankan dalam skuad.

Nama-nama seperti Chico Jericho Yarangga dan Ichiro Al Buchori masih menjadi bagian penting dari rencana taktik yang disusun oleh David.

Fokus utama tim saat ini adalah mematangkan pola permainan dan kekompakan antarpemain sebelum terjun ke ajang internasional resmi.

Dengan memaksimalkan potensi pemain lokal, David berharap dapat menciptakan fondasi yang kuat bagi masa depan sepak bola Indonesia.

Keputusan untuk tidak bergantung pada pemain diaspora juga mencerminkan keyakinan pelatih terhadap kualitas kompetisi usia dini di tanah air.

Seluruh jajaran pelatih kini terus memantau perkembangan pemain guna memastikan kesiapan fisik dan mental sebelum menghadapi jadwal kompetisi yang padat.

Rekomendasi