Frank Alexander Kritik Hotman Paris, Rekam Jejaknya Disorot

rekam jejak frank alexander hutapea, segini gaji anak hotman paris yang jadi tenaga ahli dpn

Jakarta – Nama Frank Alexander Hutapea menjadi sorotan publik setelah secara terbuka mengomentari keputusan ayahnya, Hotman Paris Hutapea, yang menjadi kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

Pernyataan Frank di media sosial langsung memicu perbincangan luas karena menunjukkan sikap berbeda dari sang ayah.

Hotman Paris diketahui resmi bergabung dalam tim kuasa hukum Febrie Adriansyah. Langkah itu menuai pro dan kontra di tengah masyarakat.

Di tengah ramainya perdebatan, Frank justru menyampaikan rasa kecewanya melalui kolom komentar media sosial.

Komentarnya muncul setelah menanggapi alasan Hotman Paris yang menyebut tidak mengharapkan bayaran dalam menangani perkara tersebut.

“Halah kebanyakan pencitraan Fritz Married aja angpaonya lo ambil ala ala ga mau duit,” tulis Frank Alexander.

Tak berhenti di situ, Frank kembali melontarkan kritik yang lebih tajam terkait program bantuan hukum yang selama ini identik dengan nama Hotman Paris.

“Orang miskin itu cuman dijadiin senjata marketing aja. He never really care he only care about being center of attention,” tulis Frank.

Unggahan itu sontak menjadi sorotan warganet karena memperlihatkan perbedaan pandangan antara ayah dan anak dalam isu yang sedang menjadi perhatian publik.

Di balik pernyataannya yang viral, Frank Alexander Hutapea bukan sosok baru di dunia hukum. Putra sulung Hotman Paris ini lahir pada 1991 dan memiliki dua adik, yakni Felicia Putri Parisienne Hutapea serta Fritz Junior Hutapea.

Sejak kecil, Frank tumbuh di lingkungan keluarga yang dekat dengan profesi hukum. Kondisi itu membuatnya akrab dengan dunia advokat sejak usia muda dan mendorongnya mengikuti jejak sang ayah sebagai pengacara.

Perjalanan akademiknya dimulai di Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana pada 2013, Frank melanjutkan studi ke University of Kent, Inggris.

Di kampus tersebut, ia memperdalam sejumlah bidang hukum, mulai dari Hukum Perbankan, Hukum Korporasi, Hukum Keuangan, hingga Hukum Keamanan. Bekal pendidikan itu menjadi fondasi penting dalam perjalanan kariernya sebagai advokat.

Rekomendasi