Atlet eFootball Keturunan Indonesia Jagokan Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Atlet eFootball profesional Yos Sonneveld menjagokan Spanyol untuk memenangkan gelar juara Piala Dunia 2026.

Jakarta – Dukungan bagi tim nasional Spanyol untuk menjuarai Piala Dunia 2026 terus mengalir dari berbagai kalangan, termasuk dari atlet esports eFootball profesional asal Belanda keturunan Indonesia, Yos Sonneveld.

Pria yang akrab disapa indominator94 ini secara terbuka menjagokan Spanyol untuk menaklukkan Argentina pada partai final yang akan diselenggarakan di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7) pukul 02.00 WIB.

Pilihan Yos didasarkan pada analisis mendalam mengenai performa kedua tim sepanjang turnamen hingga mencapai babak puncak.

Yos mengungkapkan bahwa dukungannya terhadap La Furia Roja juga dipicu oleh memori kolektif sepak bola negaranya, Belanda, yang pernah disingkirkan oleh Argentina pada babak perempat final Piala Dunia 2022 silam.

Selain faktor emosional tersebut, Yos menilai secara objektif bahwa skuad asuhan Luis de la Fuente memiliki kualitas permainan yang lebih teruji karena menempuh jalur yang lebih sulit menuju final.

“Selain itu, menurut saya, jalan Spanyol menuju final lebih berat dibandingkan Argentina,” ujar Yos saat ditemui dalam acara Oranye Esports Bola Culture di Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis, Jakarta Selatan, Sabtu (18/7).

Dalam pengamatannya, Spanyol harus melewati serangkaian pertandingan menghadapi tim-tim papan atas dunia.

Perjalanan mereka dimulai dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Austria di babak 32 besar.

Ujian sesungguhnya kemudian muncul di babak 16 besar saat Spanyol sukses menumbangkan salah satu tim unggulan, Portugal, dengan skor tipis 1-0.

Konsistensi tim tersebut berlanjut ke babak perempat final dengan menyingkirkan Belgia, yang merupakan tim peringkat ketiga Piala Dunia 2018, melalui skor 2-1.

Puncaknya, Spanyol menunjukkan dominasi luar biasa di babak semifinal dengan mengalahkan Prancis, sang juara dunia 2018 dan runner-up 2022, dengan skor 2-0 tanpa balas.

Sebaliknya, Yos berpendapat bahwa rute yang dilalui Albiceleste menuju final tergolong relatif lebih ringan dibandingkan lawan-lawan yang dihadapi Spanyol.

Argentina mengawali babak gugur dengan kemenangan dramatis 3-2 atas tim debutan Tanjung Verde yang harus diselesaikan hingga babak tambahan waktu.

Pada babak 16 besar, mereka menyingkirkan Mesir dengan skor 3-2.

Di babak perempat final, Argentina kembali harus bekerja ekstra keras melalui babak tambahan waktu untuk mengalahkan Swiss dengan skor 3-1, di mana lawan saat itu harus bermain dengan 10 orang pemain.

Pada babak semifinal, Argentina berhasil membalikkan keadaan untuk mengalahkan Inggris dengan skor 2-1, setelah sempat tertinggal satu gol hingga menit ke-84.

Yos, yang lahir di Jakarta dan memiliki darah keturunan dari Semarang, berharap Spanyol dapat mempertahankan performa impresifnya.

“Semoga mereka tampil apik saat melawan Argentina dan mengalahkan mereka di final,” ucap Yos penuh harap.

Bahkan, Yos berani memberikan prediksi skor akhir pertandingan, yakni 3-1 untuk kemenangan Spanyol.

Ia memproyeksikan gol-gol kemenangan Spanyol akan dicetak oleh Mikel Oyarzabal, Mikel Merino, dan talenta muda Lamine Yamal.

Sementara itu, satu-satunya gol balasan bagi Argentina dalam prediksi tersebut diperkirakan akan dicetak oleh Enzo Fernandez.

Rekomendasi