

Jakarta – Land Rover semakin serius memperluas lini kendaraan listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV). Setelah sebelumnya memperlihatkan sosok Range Rover Electric, kini pabrikan asal Inggris itu menampilkan prototipe Range Rover Sport Electric untuk pertama kalinya di jalan raya dalam rangkaian pengujian intensif.
Kemunculan SUV listrik premium ini menjadi sinyal kuat langkah Land Rover memasuki persaingan segmen SUV performa tanpa emisi. Model tersebut diproyeksikan menjadi rival bagi Porsche Macan EV hingga Porsche Taycan di pasar global.
Meski masih dibalut kamuflase, karakter sporty khas Range Rover Sport tetap terlihat jelas. Proporsi bodinya atletis dan desainnya masih mempertahankan identitas model bermesin konvensional.
Secara tampilan, Range Rover Sport Electric tidak mengalami perubahan drastis dibandingkan versi mesin pembakaran internal. Namun, beberapa sentuhan khusus diberikan untuk meningkatkan efisiensi aerodinamika.
Bagian depan kini mengusung gril yang lebih tertutup karena mobil listrik tidak memerlukan aliran udara sebesar kendaraan bermesin bensin atau diesel. Land Rover juga membekali SUV ini dengan desain velg baru yang dirancang untuk mengurangi hambatan angin.
Identitas sebagai mobil listrik semakin terlihat dari absennya pipa knalpot di bagian belakang. Seluruh penyempurnaan itu dilakukan untuk meningkatkan efisiensi baterai tanpa menghilangkan kesan gagah yang menjadi ciri khas Range Rover Sport.
Dari sisi performa, Range Rover Sport Electric akan tersedia dengan konfigurasi dual-motor all-wheel drive yang menawarkan dua pilihan tenaga, yakni 444 hp dan 542 hp.
Kedua varian sama-sama menghasilkan torsi instan mencapai 850 Nm dengan distribusi tenaga 50:50 ke roda depan dan belakang.
Konfigurasi ini diklaim mampu menghadirkan traksi optimal sekaligus meningkatkan stabilitas saat berkendara di berbagai kondisi jalan.
Sumber tenaga Range Rover Sport Electric berasal dari baterai berkapasitas 118,5 kWh yang menggunakan sel silinder bertumpuk ganda produksi AESC.
Land Rover memperkirakan SUV listrik ini mampu menempuh jarak hingga sekitar 531 kilometer berdasarkan standar pengujian EPA. Sementara itu, estimasi berdasarkan siklus WLTP diprediksi lebih tinggi.
Tak hanya menawarkan daya jelajah yang kompetitif, SUV listrik ini juga telah mengadopsi arsitektur kelistrikan 800 volt yang mendukung pengisian cepat DC hingga 350 kW, sehingga waktu pengisian baterai menjadi jauh lebih singkat.
Meski telah beralih ke sistem penggerak listrik, Land Rover memastikan DNA off-road Range Rover tidak akan hilang.