Deschamps Yakini Mbappe Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

Kylian Mbappe bersiap memimpin lini serang Prancis dalam laga perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026.

NEW JERSEY – Kylian Mbappe dipastikan akan memimpin lini serang Prancis saat menghadapi Inggris dalam laga perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps, menjelang laga krusial yang akan berlangsung di New Jersey.

Pertandingan ini menjadi panggung penting bagi Mbappe untuk menambah pundi-pundi golnya dalam upaya memenangkan penghargaan Sepatu Emas atau Golden Boot.

Saat ini, bintang muda tersebut telah mengoleksi delapan gol sepanjang turnamen.

Jumlah gol tersebut setara dengan catatan kapten Argentina, Lionel Messi.

Namun, Mbappe saat ini masih menempati posisi kedua dalam daftar pencetak gol terbanyak karena kalah dalam jumlah assist dibandingkan Messi.

Laga melawan Inggris menjadi kesempatan emas bagi Mbappe untuk melampaui perolehan gol sang rival sekaligus mengamankan medali perunggu bagi negaranya.

Didier Deschamps menegaskan bahwa ia akan mengerahkan seluruh kemampuan timnya untuk meraih kemenangan di laga terakhir turnamen ini.

“Saya memiliki tugas sebagai pelatih kepala untuk melakukan segala yang saya bisa demi mencapai tujuan besok. Saya berharap kami bisa melakukannya, dan kami harus menunjukkan seluruh upaya untuk itu,” ujar Deschamps di Jakarta, Sabtu (18/7/2026).

Pertandingan ini juga memiliki nilai emosional yang tinggi karena akan menjadi laga terakhir Deschamps sebagai pelatih kepala tim nasional Prancis.

Deschamps telah menukangi Les Bleus sejak tahun 2012 dan memberikan banyak kontribusi bagi sepak bola Prancis.

Ia memberikan sinyal akan melakukan rotasi pemain dalam susunan starting XI untuk pertandingan penutup tersebut.

“Saya tidak ingin mengkhianati pembicaraan yang saya lakukan dengan para pemain. Saya belum memiliki semua elemennya, tetapi ya, saya akan mengganti beberapa pemain,” ungkapnya.

Pelatih yang juga pernah mengantarkan Prancis menjuarai Piala Dunia sebagai kapten pada tahun 1998 ini mengakui bahwa menangani tim nasional adalah pencapaian tertinggi dalam kariernya.

Ia berharap timnya dapat menutup perjalanan ini dengan penampilan yang membanggakan tanpa terbawa suasana kesedihan.

“Saya tahu ini adalah pertandingan terakhir dan saya tidak ingin ada yang menangis. Tim nasional Prancis, dengan semua yang menyertainya dalam kehidupan profesional saya, adalah hal terindah yang pernah terjadi kepada saya,” kata Deschamps menambahkan.

Sementara itu, bek Prancis Ibrahima Konate mengakui bahwa skuadnya sempat merasa kecewa karena gagal melaju ke partai final.

Meski demikian, Konate menekankan bahwa seluruh pemain tetap memiliki kewajiban moral untuk memberikan penampilan terbaik demi kehormatan negara.

“Memang itu bukan tujuan kami. Kami ingin bermain di final, tetapi kami tetap mewakili Prancis,” tegas Konate.

Menurut Konate, mengenakan seragam tim nasional adalah sebuah impian besar yang harus dihargai dengan kerja keras di lapangan.

“Merupakan impian banyak orang mengenakan seragam ini dan menyanyikan Marseillaise, karena itu kami harus menghormati seragam yang kami kenakan,” pungkasnya.

Laga ini diprediksi akan berjalan sengit mengingat kedua tim sama-sama ingin mengakhiri turnamen dengan catatan positif.

Bagi Prancis, kemenangan akan menjadi kado perpisahan yang manis bagi era kepelatihan Didier Deschamps yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.

Seluruh mata pencinta sepak bola dunia akan tertuju pada performa Mbappe yang berambisi mengukir sejarah sebagai pencetak gol tersubur di turnamen bergengsi ini.

Rekomendasi