Teddy Pardiyana Ungkap Profesi dan Jejak Usahanya di Bandung

apa profesi teddy pardiyana? sosok yang kini sah jadi ahli waris lina jubaedah

Bandung – Status hukum Teddy Pardiyana dalam perkara warisan almarhumah Lina Jubaedah mengalami perubahan setelah Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Bandung mengabulkan permohonan banding yang diajukannya dan membatalkan putusan Pengadilan Agama Bandung yang sebelumnya menolak permohonan tersebut.

Dengan putusan itu, Teddy kini dinyatakan sebagai salah satu ahli waris Lina Jubaedah. Di tengah kabar tersebut, publik kembali menyoroti kehidupan Teddy, termasuk profesi dan perjalanan usahanya setelah sang istri meninggal dunia.

Meski menang di tingkat banding, proses hukum belum sepenuhnya selesai. Pihak keluarga Sule masih memiliki kesempatan menempuh upaya kasasi jika ingin melanjutkan sengketa warisan itu.

Kisah usaha Teddy kembali ramai diperbincangkan setelah muncul kesaksian dari orang yang pernah dekat dengan keluarga Lina. Berikut sejumlah fakta mengenai profesi dan perjalanan usaha Teddy Pardiyana.

  1. Mengaku Kerja Membantu Disnakertrans Cianjur

Teddy membantah anggapan bahwa dirinya tidak memiliki pekerjaan tetap. Pada 2022, ia mengaku membantu Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur dalam proses penempatan tenaga kerja Indonesia ke luar negeri.

Menurut Teddy, pengalamannya bekerja di luar negeri menjadi modal yang membuatnya dipercaya menjalankan pekerjaan tersebut. Ia juga menyebut penghasilannya saat ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya bersama putrinya, Bintang.

Ia bahkan mengaku telah membantu memberangkatkan ratusan warga negara Indonesia untuk bekerja di luar negeri, sementara masih banyak calon pekerja lain yang menunggu proses keberangkatan.

  1. Mengaku Pernah Berkarier sebagai Chef di Luar Negeri

Sebelum kembali ke Indonesia, Teddy mengaku pernah bekerja sebagai chef di Jepang dan Amerika Serikat. Selain itu, ia juga sempat menjalani profesi sebagai terapis pijat saat berada di luar negeri.

Dari pekerjaan tersebut, Teddy mengaku dapat mengumpulkan tabungan hingga akhirnya membeli aset berupa rumah kos. Ia menilai pengalaman bekerja di luar negeri menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan kariernya.

  1. Membantah Isu Menganggur

Teddy juga menepis anggapan yang menyebut dirinya tidak bekerja setelah Lina Jubaedah meninggal dunia. Menurutnya, selama ini ia tetap memiliki aktivitas pekerjaan, termasuk merintis usaha kuliner di Bandung.

Ia menjelaskan bahwa kegiatannya tidak banyak diketahui publik karena bukan sosok yang aktif membuat konten di media sosial maupun membagikan kesehariannya kepada publik. Kondisi itulah yang kemudian memunculkan anggapan bahwa dirinya tidak memiliki pekerjaan.

Rekomendasi