

Jakarta – Keputusan pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, untuk lebih banyak menurunkan pemain asing dalam dua laga awal Piala Presiden 2026 menuai perhatian publik dan berbagai kalangan pengamat sepak bola.
Dominasi pemain asing dalam susunan pemain utama Bajul Ijo memunculkan spekulasi mengenai kedalaman skuad lokal yang dimiliki tim kebanggaan warga Surabaya tersebut.
Bernardo Tavares akhirnya memberikan klarifikasi terkait kebijakan rotasi pemain yang ia terapkan di lapangan.
Pelatih asal Portugal tersebut menegaskan bahwa keputusannya bukan didasari oleh keraguan terhadap kualitas pemain lokal.
Ia menjelaskan bahwa faktor utama yang memengaruhi komposisi pemain adalah kondisi fisik para pemain lokal yang belum mencapai level kebugaran ideal.
Menurut Tavares, intensitas tinggi dalam pertandingan pramusim menuntut kondisi fisik yang prima agar skema taktik dapat berjalan dengan maksimal.
Pemain lokal saat ini dinilai belum sepenuhnya siap untuk melakoni durasi bermain 20 hingga 30 menit dengan intensitas permainan yang sangat tinggi.
“Pemain lokal yang saya miliki saat ini belum dalam kondisi kebugaran yang cukup baik untuk bermain 20 atau 30 menit di lapangan dengan intensitas seperti ini. Itulah mengapa saya menggunakan lebih banyak pemain asing,” ujar Tavares pada Kamis, 30 Juli 2026.
Pada dua pertandingan awal Piala Presiden 2026, sebanyak enam pemain asing langsung dipercaya mengisi posisi starter.
Langkah ini diambil oleh tim pelatih sebagai bagian dari proses evaluasi mendalam sekaligus menjaga stabilitas kualitas permainan tim di atas lapangan.
Kendati demikian, Tavares menepis anggapan bahwa dirinya memberikan perlakuan istimewa kepada para legiun asing.
Ia menegaskan bahwa seluruh pemain, baik asing maupun lokal, memiliki kesempatan yang setara untuk menembus starting eleven.
Syarat mutlak untuk mendapatkan kepercayaan pelatih adalah menunjukkan performa terbaik serta memenuhi standar fisik yang telah ditetapkan.
Status kewarganegaraan pemain tidak menjadi tolok ukur utama dalam menentukan susunan pemain yang diturunkan dalam sebuah pertandingan.
Fokus utama tim pelatih saat ini adalah memastikan seluruh pemain mengalami perkembangan signifikan sebelum bergulirnya kompetisi Super League 2026/2027.
Tavares menyatakan bahwa ia lebih memprioritaskan kesiapan internal tim dibandingkan harus terlalu memikirkan kekuatan lawan di fase grup.
“Perhatian terbesar saya saat ini bukan pada tim lawan, melainkan pada tim sendiri. Saya ingin mengetahui siapa pemain yang menunjukkan performa terbaik dan siapa yang paling siap membawa Persebaya menghadapi Super League nanti,” tambahnya.
Hingga saat ini, komposisi skuad Bajul Ijo memang belum sepenuhnya final meski telah memiliki 10 pemain asing dalam daftar pemain.
Peluang untuk mendatangkan amunisi baru setelah turnamen Piala Presiden 2026 berakhir masih terbuka lebar bagi manajemen.
Evaluasi menyeluruh akan dilakukan berdasarkan performa pemain dalam laga melawan PSIS Semarang dan Persija Jakarta sebelumnya.
Hasil dari pertandingan-pertandingan tersebut menjadi acuan utama bagi tim pelatih dalam menilai daya tahan dan kualitas individu pemain.
Tavares juga terus memantau perkembangan sejumlah talenta muda yang berpotensi untuk dipromosikan ke dalam skuad utama Persebaya di masa depan.
Seluruh rangkaian evaluasi ini diharapkan dapat membentuk kerangka tim yang tangguh sebelum memasuki jadwal padat di musim kompetisi resmi mendatang.