

Roma – Federasi Sepak Bola Italia atau FIGC secara resmi mengumumkan penunjukan Roberto Mancini sebagai pelatih kepala tim nasional Italia yang baru.
Keputusan ini diambil untuk mengisi kekosongan kursi kepelatihan yang sebelumnya sempat diduduki oleh Gennaro Gattuso.
Pengumuman tersebut disampaikan secara resmi melalui akun media sosial X milik tim nasional Italia, @Azzurri, pada Rabu (29/7).
Penunjukan ini sekaligus mengakhiri spekulasi panjang yang sempat berkembang di kalangan publik sepak bola Italia.
Sebelumnya, nama legenda hidup Andrea Pirlo sempat santer dikabarkan akan mengambil alih kendali taktik Gli Azzurri.
Namun, rencana tersebut urung terwujud lantaran adanya penolakan keras dari Presiden FIGC, Giovanni Malago.
Situasi internal federasi sempat memanas akibat perbedaan pandangan tersebut.
Dampaknya, Direktur Teknik Paolo Maldini serta penasihat federasi, Leonardo, memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan mereka.
Mundurnya kedua sosok penting tersebut terjadi hanya berselang sepuluh hari setelah mereka resmi menjabat.
Guna menjaga stabilitas organisasi, FIGC juga menunjuk pelatih kawakan Claudio Ranieri untuk mengisi posisi Direktur Teknik yang ditinggalkan oleh Maldini.
Bagi Roberto Mancini, kembali ke kursi kepelatihan tim nasional bukanlah hal yang asing.
Ia tercatat pernah menjadi nakhoda Gli Azzurri dalam periode panjang sejak 1 Juli 2018 hingga 13 Agustus 2023.
Selama periode kepemimpinannya terdahulu, Mancini mencatatkan prestasi gemilang dengan mempersembahkan gelar juara Euro 2020.
Kemenangan tersebut diraih setelah Italia berhasil menundukkan Inggris melalui drama adu penalti di partai final yang dramatis.
Akan tetapi, masa bakti Mancini sebelumnya juga tidak lepas dari catatan negatif.
Ia gagal membawa Italia melaju ke putaran final Piala Dunia 2022 setelah secara mengejutkan takluk dari Makedonia Utara dengan skor 0-1.
Kekalahan tersebut terjadi pada babak semifinal play-off yang menutup peluang Italia untuk tampil di ajang sepak bola paling bergengsi di dunia itu.
Secara statistik, selama lima tahun menangani Italia, Mancini telah memimpin tim dalam 58 pertandingan di berbagai kompetisi internasional.
Dalam kurun waktu tersebut, ia berhasil mengumpulkan rata-rata 2,17 poin per pertandingan bersama tim nasional.
Kini, tugas berat kembali menanti sang pelatih untuk mengembalikan kejayaan Italia di kancah sepak bola dunia.
Publik Italia menaruh harapan besar agar Mancini mampu mengulang kesuksesan yang pernah diraihnya pada tahun 2020 silam.
Keputusan FIGC menunjuk sosok berpengalaman seperti Mancini dianggap sebagai langkah taktis untuk menstabilkan kondisi tim pasca-perubahan struktur manajemen.
Transformasi di tubuh federasi ini diharapkan mampu membawa dampak positif bagi performa tim di ajang-ajang mendatang.