

Kudus – Kontingen Jawa Tengah kembali menegaskan dominasi mereka dalam kancah panahan nasional dengan mempertahankan gelar juara umum pada ajang MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026.
Keberhasilan ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi skuad Jawa Tengah karena mereka sukses mengamankan gelar juara umum selama lima kali berturut-turut sejak tahun 2022.
Dalam kompetisi yang berlangsung di Kudus ini, kontingen Jawa Tengah berhasil mengumpulkan perolehan medali yang impresif dengan rincian 26 medali emas, 22 medali perak, dan 30 medali perunggu.
Dominasi tersebut diperkuat oleh kehadiran 80 atlet berbakat yang bertanding di kategori U10, U13, U15, hingga U18.
Para atlet ini berkompetisi di tiga divisi utama, yakni divisi Recurve, Compound, dan Nasional.
Prestasi gemilang ini merupakan buah dari konsistensi pembinaan atlet yang telah dilakukan melalui seleksi ketat pada ajang Kejurprov Junior bulan Mei lalu.
Ketua Kontingen Jawa Tengah, Martin Sudarmono, mengungkapkan bahwa tantangan dalam kejurnas kali ini cukup berat karena kondisi cuaca dan arah angin yang sering berubah.
Namun, ia mengapresiasi kejelian para atlet dalam mengambil keputusan di lapangan sehingga anak panah dapat tepat sasaran.
Kami berharap potensi talenta atlet muda Jawa Tengah ini dapat menjadi bekal untuk event selanjutnya seperti Popnas maupun Kejurnas Senior, ujar Martin.
Salah satu sorotan dalam turnamen ini adalah performa atlet asal Jepara, Jabr Rajaa’Challe, yang menyumbangkan medali emas di nomor Individu Nasional U15 Putra.
Jabr mampu tampil tenang dan mengalahkan lawannya dari Jawa Timur, Muhammad Airlangga Ramadhan Adz Zikra, dengan skor set point 6-4 di partai final.
Tidak menyangka akan melaju ke final dan mendapat emas, karena ini baru pertama kalinya aku ikut kejurnas setelah menekuni olahraga panahan sejak 2023, ungkap Jabr.
Kejurnas Junior 2026 ini mendapatkan apresiasi dari Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Perpani, Abdul Razak.
Menurutnya, ajang ini menjadi tolok ukur krusial bagi ekosistem pembinaan olahraga panahan yang berkelanjutan di Indonesia.
Penyelenggaraan dengan standar internasional ini memberikan pengalaman berharga bagi atlet muda untuk mengasah mental bertanding mereka.
Razak menilai kualitas pemanah muda tahun ini semakin meningkat dengan persaingan perolehan medali yang sangat ketat antarprovinsi.
Kami juga mengapresiasi Djarum Foundation yang menghadirkan fasilitas dan kualitas penyelenggaraan dengan standar mendekati Archery World Cup, tambahnya.
Program Associate Bakti Olahraga Djarum Foundation, Edi Supriyanto, menegaskan bahwa komitmen mereka adalah memperkuat ekosistem panahan nasional.
Ia meyakini bahwa prestasi tingkat dunia tidak dapat lahir secara instan, melainkan melalui pembinaan yang berjenjang dan berkesinambungan.
Selain sebagai ajang olahraga, penyelenggaraan ini juga bertujuan memperkuat citra Kudus sebagai kota wisata olahraga atau sport tourism city.
Kudus diharapkan terus menjadi tuan rumah bagi berbagai kejuaraan bergengsi nasional maupun internasional di masa depan.