Amran Sulaiman Targetkan Indonesia Swasembada Gula Empat Tahun

Jakarta – Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan harapannya agar Indonesia dapat mencapai swasembada gula di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Target swasembada ini, termasuk untuk kebutuhan industri, diharapkan tercapai dalam waktu tiga hingga paling lambat empat tahun ke depan.

Amran bahkan menargetkan swasembada komoditas gula sudah bisa dimulai tahun depan. Keinginan ini didasari peran signifikan Provinsi Jawa Timur yang saat ini memproduksi lebih dari 50 persen gula nasional dan adanya dukungan penuh dari pemerintah provinsi setempat terhadap industri gula.

Data dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur menunjukkan, pabrik-pabrik gula di provinsi tersebut menyumbang 51,87 persen dari total produksi gula nasional pada tahun 2024.

Pada tahun 2024, tebu yang digiling di Jawa Timur mencapai 16,69 juta ton dari total lahan seluas 238.135,6 hektare. Dari penggilingan tersebut, dihasilkan 1.278.923 ton gula kristal putih dengan rata-rata rendemen mencapai 7,58 persen.

Secara keseluruhan, produksi gula nasional pada 2024 tercatat sebanyak 2.465.514 ton. Sementara itu, kebutuhan gula tahunan Jawa Timur sekitar 281.397 ton, sehingga provinsi ini diklaim mengalami surplus gula sebesar 997.526 ton.

Produktivitas gula di Jawa Timur didukung oleh 29 pabrik gula yang tersebar di 16 kabupaten/kota, termasuk Probolinggo, Pasuruan, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Malang, Kediri, Madiun, Tulungagung, dan Sidoarjo. Untuk tahun 2025, luas area panen tebu ditargetkan meningkat menjadi 252.135 hektar, dengan jumlah tebu yang digiling mencapai 18.777.409 ton dan rendemen 7,76 persen. Target produksi gula di Jawa Timur pada tahun depan diharapkan tembus angka 1.457.900 ton.

“Kalau ini berhasil, itu separuh 50 persen program tebu Indonesia berhasil. Kami targetkan tahun depan sudah swasembada gula putih,” ujar Amran di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat, 28 November 2025.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan perlu adanya komunikasi lebih lanjut dengan Kementerian Pertanian untuk merealisasikan swasembada gula. Ia menegaskan kesiapan provinsi yang dipimpinnya untuk menjadi garda terdepan dalam mencapai target tersebut. “Jawa Timur siap di lini paling depan untuk mensukseskan program nasional ini,” ucapnya.

Rekomendasi