

Jakarta – Nilai tukar rupiah di pasar spot kembali menunjukkan performa impresif pada penutupan perdagangan, Rabu (20/5/2026). Rupiah ditutup di level Rp 17.654 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat sebesar 0,29% dibandingkan penutupan hari sebelumnya di angka Rp 17.706 per dolar AS.
Kenaikan tersebut menempatkan rupiah sebagai mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan Asia pada perdagangan hari ini.
Penguatan mata uang Garuda dipicu oleh keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25%. Sentimen positif ini sempat membawa rupiah menyentuh level terkuatnya di angka Rp 17.605 per dolar AS pada pukul 14.25 WIB.
Kinerja positif rupiah tidak diikuti oleh mata uang Asia lainnya dengan catatan yang sama kuat. Hingga pukul 15.00 WIB, yuan China dan ringgit Malaysia tercatat menguat 0,11%, disusul dolar Singapura yang naik 0,1%.
Selanjutnya, peso Filipina ditutup menguat 0,04%, won Korea Selatan naik 0,02%, dan dolar Taiwan menanjak 0,016%. Sementara itu, dolar Hong Kong mencatatkan penguatan tipis 0,009% dan yen Jepang bergerak stabil terhadap mata uang Paman Sam.
Di sisi lain, rupee India menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah terkoreksi 0,35%. Sementara itu, baht Thailand juga mencatatkan pelemahan tipis sebesar 0,04% hingga akhir sesi perdagangan sore ini.