Misbakhun Sebut Ketidakpastian Ekonomi Menjadi Keniscayaan di Masa Depan

Jakarta – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan bahwa ketidakpastian ekonomi merupakan kondisi yang tak terhindarkan akibat situasi geopolitik global. Menurutnya, dinamika politik internasional saat ini menjadi indikator utama yang memicu gejolak ekonomi setiap saat.

Misbakhun mencontohkan sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait konflik dengan Iran yang hingga kini belum mencapai titik temu gencatan senjata. Kondisi tersebut memicu keraguan di pasar global.

“Peran pemerintah dan DPR adalah memastikan pengendalian ketidakpastian tersebut dengan baik, salah satunya melalui kehati-hatian dalam mengambil kebijakan ekonomi,” ujar Misbakhun di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu, 20 Mei 2026.

Selain pengendalian, ia menekankan pentingnya mencermati peluang serta menyusun mitigasi risiko untuk jangka pendek dan menengah. Fokus pada rentang waktu tersebut dinilai lebih realistis mengingat sulitnya memprediksi kondisi jangka panjang di tengah situasi dunia yang dinamis.

Sebelumnya, anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menjadi sorotan. Pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026, IHSG sempat terkoreksi hingga 4 persen.

Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, mengakui bahwa tingkat ketidakpastian di pasar saat ini cukup tinggi. Namun, ia menilai pelemahan IHSG tersebut masih sejalan dengan tren pasar di Asia yang juga mengalami koreksi setelah periode libur panjang.

Jeffrey menyebutkan, sejumlah faktor utama yang memicu fluktuasi pasar meliputi perubahan harga komoditas, ketidakstabilan nilai tukar di berbagai negara, serta ketidakpastian penyelesaian konflik di Timur Tengah. Berbagai tekanan eksternal tersebut secara langsung berdampak pada pergerakan pasar modal domestik.

Rekomendasi