

New York – Tim nasional Norwegia bersiap menghadapi tantangan besar saat bertemu Brasil dalam babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Pertandingan krusial tersebut akan dihelat di New York New Jersey Stadium pada Senin (6/7) pukul 03.00 WIB.
Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, secara tegas meminta anak asuhnya agar tidak silau dengan reputasi besar yang dimiliki oleh tim Samba.
Solbakken menekankan pentingnya menjaga fokus penuh pada jalannya pertandingan daripada memikirkan tekanan dari besarnya momen atau nama besar lawan.
Kami harus memainkan pertandingan, bukan situasinya, ujar Solbakken seperti dikutip dari laman resmi FIFA pada Minggu (5/7).
Dia menambahkan bahwa timnya harus memastikan diri tidak terbebani oleh ekspektasi publik yang besar di fase gugur ini.
Norwegia sendiri melangkah ke babak 16 besar dengan modal yang cukup meyakinkan bagi publik sepak bola dunia.
Skuad berjuluk The Lovene itu tercatat berhasil memenangkan tiga dari empat pertandingan yang mereka jalani sejak fase grup.
Performa gemilang penyerang andalan mereka, Erling Haaland, menjadi salah satu kunci utama keberhasilan tersebut.
Haaland sejauh ini telah mencatatkan lima gol bagi Norwegia dan membawa timnya menjadi salah satu kuda hitam yang patut diperhitungkan.
Solbakken mengakui bahwa Brasil tetap menyandang status sebagai tim favorit dalam laga tersebut.
Namun, dia meyakini bahwa peluang bagi Norwegia untuk menciptakan kejutan tetap terbuka lebar jika para pemain mampu tampil maksimal.
Saya tidak berpikir mereka adalah favorit yang sangat jauh seperti mungkin beberapa tahun lalu, ungkap Solbakken.
Menurutnya, timnya saat ini memiliki kepercayaan diri tinggi berkat periode penampilan yang sangat baik dalam waktu yang cukup panjang.
Gaya bermain yang rapi saat menguasai bola menjadi modal utama yang akan diandalkan untuk meredam dominasi Brasil.
Yang terpenting adalah kami mampu menyulitkan Brasil bila bermain sesuai kemampuan terbaik, tegas pelatih berusia 58 tahun tersebut.
Dia menyadari bahwa laga ini akan menuntut level performa tertinggi dari seluruh pemain Norwegia di atas lapangan.
Bila tidak tampil pada level tertinggi, maka tidak akan ada peluang bagi kami untuk melaju ke babak selanjutnya, tambahnya.
Selain strategi menyerang, Solbakken juga telah menyiapkan rencana khusus untuk menetralisir ancaman Vinicius Junior.
Dia menegaskan bahwa menghentikan Vinicius adalah tugas kolektif yang membutuhkan kerja sama seluruh pemain, bukan hanya beban bek sayap.
Kami berharap sistem pertahanan zona kami bisa memberikan dukungan kepada siapa pun yang bermain di lini belakang, jelas Solbakken.
Di sisi lain, dia memastikan bahwa Norwegia tidak akan hanya menumpuk pemain di area pertahanan sepanjang pertandingan.
Peran Erling Haaland akan dioptimalkan untuk tetap memberikan ancaman balik meski menghadapi lawan yang tangguh.
Selama 90 atau bahkan 120 menit, kami memang harus bertahan dalam periode tertentu, dan pada saat itulah kami harus tampil sebaik mungkin, tuturnya.
Catatan statistik juga memberikan dorongan motivasi tersendiri bagi kubu Norwegia jelang laga ini.
Dalam empat pertemuan sebelumnya, Brasil tercatat belum pernah sekalipun mengalahkan tim dari Skandinavia tersebut.
Kendati memiliki catatan sejarah yang positif, Solbakken tetap memilih untuk tetap realistis.
Dia menegaskan bahwa statistik masa lalu tidak akan memberikan pengaruh besar jika timnya gagal menampilkan performa terbaik saat laga penentuan berlangsung.