BUMA Internasional Catat Kinerja Membaik Kuartal III, Rugi US$81 Juta

Jakarta – PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) melaporkan perbaikan signifikan dalam kinerja operasional dan keuangan pada kuartal ketiga 2025, setelah sebelumnya terdampak cuaca ekstrem dan gangguan operasional di awal tahun. Perseroan berhasil menekan rugi bersih dan meningkatkan pendapatan serta EBITDA secara kuartalan.

Momentum pemulihan ini terlihat dari peningkatan volume pemindahan lapisan tanah penutup (overburden removal/OB removal) dan produksi batu bara yang signifikan. Perbaikan kinerja operasional didukung oleh jam kerja efektif yang meningkat dan waktu siklus yang lebih singkat di berbagai lokasi operasional utama.

OB removal DOID melonjak 25% dari kuartal II-2025 ke kuartal III-2025, mencapai 128 juta bcm. Sementara itu, produksi batu bara naik 12% secara quarter on quarter (qoq) menjadi 22 juta ton pada kuartal III-2025. Capaian ini ditopang oleh pemulihan pasca hujan yang lebih cepat, eksekusi shift yang lebih ketat, kondisi jalan angkut yang lebih mulus, serta perbaikan hambatan di area pembuangan.

Secara finansial, pendapatan DOID pada kuartal III-2025 meningkat 6% qoq menjadi US$ 400 juta. EBITDA perseroan juga naik menjadi US$ 63 juta dengan margin 19% pada kuartal III-2025, dibandingkan US$ 50 juta dengan margin 16% yang diraih pada kuartal II-2025. Rugi bersih DOID pun berkurang menjadi US$ 1 juta khusus kuartal III-2025, didukung oleh peningkatan EBITDA dan keuntungan nilai wajar dari investasi di 29Metals.

“Kinerja kuartal ketiga menunjukkan bahwa pemulihan DOID semakin menguat. Jam kerja efektif yang lebih tinggi, siklus waktu yang lebih singkat, dan pengendalian biaya yang lebih ketat menghasilkan volume yang lebih baik, biaya per unit yang lebih rendah, dan EBITDA yang lebih kuat, meskipun kondisi masih menantang,” ujar Iwan Fuad Salim, Direktur BUMA International Group, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (28/11/2025).

Peningkatan kinerja operasional ini juga membuahkan penurunan biaya per unit di berbagai area. Biaya tunai DOID per bank cubic meter (bcm) turun 28% dari kuartal I-2025 ke kuartal III-2025. Penurunan serupa terjadi pada biaya tenaga kerja per bcm sebesar 45%, biaya bahan bakar per bcm 14%, dan biaya perbaikan dan pemeliharaan per bcm 13%.

Meski menunjukkan perbaikan kuat di kuartal kedua dan ketiga, hasil kinerja sembilan bulan pertama 2025 DOID masih terdampak oleh cuaca ekstrem dan gangguan operasional besar yang belum pernah terjadi sebelumnya pada kuartal I-2025. Ini termasuk insiden keselamatan yang menyebabkan penghentian operasi selama 27 hari di dua lokasi utama. Selain itu, kinerja year to date (ytd) juga dipengaruhi oleh pengurangan operasi di beberapa lokasi di Indonesia dan berakhirnya sejumlah kontrak di Australia.

Hingga kuartal III-2025, OB removal DOID tercatat sebesar 337 juta bcm dan produksi batu bara mencapai 60 juta ton, masing-masing turun 20% dan 8% secara year on year (yoy). Pendapatan perseroan juga turun 16% yoy menjadi US$ 1,13 miliar, diakibatkan volume yang lebih rendah dari bisnis kontraktor tambang sebagai dampak gangguan di kuartal I-2025. Namun, pendapatan dari bisnis kepemilikan tambang, Atlantic Carbon Group, Inc. (ACG), meningkat menjadi US$ 45 juta dari sebelumnya US$12 juta pada tahun lalu.

EBITDA DOID untuk sembilan bulan 2025 tercatat sebesar US$ 127 juta dengan margin 14%, lebih rendah dibandingkan margin 22% pada periode yang sama tahun 2024. Perseroan masih membukukan rugi bersih sebesar US$ 81 juta per kuartal III-2025, membengkak 376% yoy dari periode sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh EBITDA yang lebih rendah dan pencadangan piutang untuk operasional Australia, yang sebagian diimbangi oleh keuntungan nilai wajar dari 29Metals, beban bunga yang lebih rendah, manfaat pajak, dan pergerakan kurs mata uang yang menguntungkan.

Realisasi capital expenditure (capex) DOID mencapai US$ 149 juta per kuartal III-2025, tumbuh 12% yoy. Sebanyak 54% dialokasikan untuk mempertahankan keandalan dan kesiapan armada, sedangkan 46% diarahkan untuk mendukung pertumbuhan melalui peningkatan kapasitas di sejumlah lokasi utama di Indonesia.

DOID juga terus meningkatkan kinerja lingkungan dan sosial. Intensitas emisi Scope 1 dan 2 turun 17% qoq. Melalui PT BISA Ruang Vokasi (BIRU), perseroan telah menjangkau lebih banyak penerima manfaat, dengan 30% lulusan kini telah bekerja dan 10% melanjutkan pendidikan lebih tinggi.

Untuk memperkuat likuiditas dan mendiversifikasi sumber pendanaan, DOID melaksanakan dua aksi pembiayaan penting setelah periode sembilan bulan 2025. Pada Oktober, anak usaha utama DOID, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), menerbitkan Obligasi III BUMA Tahun 2025 senilai US$ 53,7 juta. Selanjutnya, pada November, DOID menyelesaikan pelunasan lebih awal atas US$ 212,25 juta dari Senior Notes 7,75%, yang sebagian besar didanai melalui fasilitas sindikasi. Langkah ini mengurangi risiko refinancing jangka pendek dan memperkuat profil jatuh tempo utang perusahaan secara keseluruhan.

Rekomendasi