

Jakarta – Bek tangguh Manchester City, Josko Gvardiol, secara terbuka menyatakan keyakinannya terhadap kapasitas Enzo Maresca untuk meneruskan tongkat estafet kepelatihan di Stadion Etihad.
Maresca resmi didapuk sebagai suksesor Josep “Pep” Guardiola yang memutuskan mengakhiri masa baktinya selama satu dekade penuh di Manchester City pada Juni lalu.
Gvardiol memandang bahwa penunjukan pelatih asal Italia tersebut merupakan langkah strategis yang tepat bagi klub.
Pemain berkebangsaan Kroasia ini menilai Maresca memiliki kualitas teknis serta ide-ide segar yang sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas performa The Citizens di level tertinggi.
“Saya pikir dia adalah sosok yang sempurna. Namun, tentu semuanya butuh waktu. Ini sesuatu yang benar-benar baru dan tidak mudah mengganti pelatih,” ujar Gvardiol pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Maresca sendiri datang ke Manchester dengan membawa modal yang mentereng setelah sukses membawa Chelsea menjuarai Liga Conference UEFA 2024/2025 serta Piala Dunia Antarklub 2025.
Berdasarkan kesepakatan kontrak, pria berusia 46 tahun tersebut akan menakhodai Manchester City setidaknya untuk tiga tahun ke depan.
Uji coba perdana Maresca bersama skuad barunya telah berlangsung dalam laga pramusim di Hong Kong melawan Inter Milan.
Dalam pertandingan tersebut, Manchester City bermain imbang 1-1 di waktu normal sebelum akhirnya menelan kekalahan 1-3 melalui babak adu penalti.
Gvardiol menegaskan bahwa seluruh pemain memiliki tanggung jawab kolektif untuk mempermudah proses transisi kepemimpinan ini.
Menurutnya, adaptasi pemain terhadap filosofi baru yang dibawa oleh Maresca adalah kunci utama kesuksesan klub di masa depan.
“Tugas kami adalah membantunya semaksimal mungkin, mendengarkan apa yang dia inginkan, dan berusaha beradaptasi secepat mungkin,” tambah Gvardiol.
Keputusan Guardiola untuk hengkang dari Manchester City diumumkan tepat pada pekan terakhir musim 2025/2026.
Gvardiol menilai waktu pengumuman tersebut sangat krusial karena dilakukan saat kompetisi domestik telah berakhir.
Langkah tersebut dinilai mampu menjaga fokus dan mentalitas para pemain agar tidak terganggu oleh spekulasi masa depan sang pelatih selama musim berlangsung.
“Bila diumumkan lebih awal, itu bisa memengaruhi mental para pemain,” jelas dia.
Lebih lanjut, Gvardiol mengungkapkan bahwa skuad Manchester City menyadari sepenuhnya bahwa Guardiola memang membutuhkan waktu untuk beristirahat setelah sepuluh tahun bekerja tanpa henti.
Ia pun tidak menutup kemungkinan bahwa sang pelatih legendaris tersebut bisa saja kembali ke dunia sepak bola setelah mengisi ulang energinya.
“Sayangnya, memang sudah waktunya dia hengkang. Tetapi siapa yang tahu? Mungkin setelah enam bulan beristirahat dan energinya kembali, dia akan kembali lagi,” tutup Gvardiol.