Gagal di Piala Dunia, Pelatih Hong Myung-bo Ditolak Sejumlah Restoran

2d2f1cfbc309ae701d7eac47200e9eb0.jpg

Gyeonggi – Gelombang kekecewaan publik Korea Selatan terhadap hasil buruk di Piala Dunia 2026 kini merambah ke ranah personal bagi mantan pelatih tim nasional, Hong Myung-bo.

Sejumlah pemilik usaha di berbagai wilayah di Korea Selatan secara terbuka melarang sang pelatih untuk memasuki tempat mereka sebagai bentuk protes simbolis atas kegagalan tim nasional.

Aksi penolakan ini dipicu oleh kiprah mengecewakan Taeguk Warriors yang harus tersingkir lebih awal dari turnamen tersebut.

Langkah Korea Selatan terhenti di fase grup setelah menelan kekalahan tipis 0-1 dari Afrika Selatan pada laga terakhir penyisihan grup, Kamis (25/6/2026).

Laporan dari The Chosun Daily pada Jumat (3/7/2026) menyebutkan, sebuah restoran di Provinsi Gyeonggi memasang papan pengumuman bertuliskan larangan masuk khusus bagi Hong Myung-bo.

Fenomena serupa juga terjadi di Distrik Mapo, Seoul, di mana sebuah kafe mengunggah foto papan larangan serupa di platform media sosial.

Pemilik kafe tersebut menyatakan bahwa meskipun kecil kemungkinan sang pelatih akan datang, langkah tersebut diambil sebagai ekspresi nyata atas rasa kecewa yang mendalam terhadap performa tim.

Aksi protes ini kemudian meluas ke berbagai sektor usaha lainnya, termasuk minimarket yang turut memasang stiker larangan masuk dengan nama sang pelatih.

Bahkan, sebuah bus mini terlihat melintas dengan membawa spanduk sindiran yang menyatakan penolakan layanan atau “Service Refusal” terhadap Hong Myung-bo.

Berbagai forum daring di Korea Selatan juga dipenuhi dengan meme dan konten satire yang mengkritik kepemimpinan Hong selama menjabat.

Seorang pemilik restoran mengungkapkan bahwa papan larangan tersebut dipasang bukan hanya sebagai bentuk protes, melainkan juga sebagai cara untuk mencairkan suasana bagi para pelanggan yang merasa frustrasi.

Hong Myung-bo sendiri menjadi sasaran kritik utama setelah tim asuhannya gagal melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Ia tercatat tiba di Bandara Internasional Incheon pada 30 Juni 2026, tak lama setelah menyatakan mundur dari posisinya.

Secara statistik, Korea Selatan mengakhiri turnamen di posisi ke-10 dari 12 tim peringkat ketiga, sehingga gagal mengamankan tiket ke fase gugur.

Hasil ini merupakan catatan buruk pertama bagi Korea Selatan yang kembali tersingkir di fase grup sejak Piala Dunia 2018 di Rusia.

Kritik tajam dari warganet sering kali mengaitkan kegagalan ini dengan rekam jejak Hong di masa lalu, termasuk saat turnamen tahun 2014.

Banyak pendukung menilai bahwa penunjukan pelatih yang tidak memiliki visi jelas menjadi akar permasalahan dari keterpurukan tim nasional saat ini.

Menanggapi tekanan publik yang masif, Hong Myung-bo akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri pada Minggu (28/6/2026).

Keputusan mundur tersebut diambil hanya berselang satu hari setelah kepastian tersingkirnya Korea Selatan dari ajang empat tahunan tersebut.

Hingga saat ini, sentimen negatif dari para suporter masih terus berlanjut di berbagai kanal komunikasi publik di Korea Selatan.

Rekomendasi