Gentle Parenting: Empati Anak Meningkat, Ini 4 Manfaatnya

Jakarta – Pola asuh lembut atau gentle parenting menjadi salah satu jenis pengasuhan yang sedang populer dalam beberapa tahun terakhir. Gaya pengasuhan ini bertujuan membesarkan anak-anak yang percaya diri, mandiri, dan bahagia melalui empati, rasa hormat, pengertian, serta penetapan batasan yang sehat.

Dikutip dari Parents pada Selasa (11/3/2025), gentle parenting berfokus pada perkembangan anak yang sesuai usia. Hal ini berbeda dengan pola asuh tradisional yang lebih menyoroti hukuman dan penghargaan.

Menurut parenting coach Danielle Sullivan, penerapan pola asuh ini menawarkan beragam manfaat signifikan. “Gentle parenting mengajarkan anak bahwa mereka dapat aktif di dunia, menetapkan batasan mereka, memercayai kebutuhan mereka sendiri, dan menyuarakan pendapat mereka,” terang Sullivan.

Lebih lanjut, gentle parenting juga dapat membantu mengurangi kemungkinan anak mengembangkan perilaku merundung. Berikut adalah beberapa manfaat utama yang bisa diperoleh dari penerapan pola asuh ini:

1. Mengurangi Kecemasan
Penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang lembut dapat mengurangi risiko kecemasan pada anak. Bahkan, sebuah studi berjudul “Parental Gentle Encouragement Promotes Shy Toddlers’ Regulation in Social Contexts” menemukan bahwa pola asuh ini mendorong respons yang teratur dalam konteks sosial pada balita yang pemalu.

2. Hubungan Orang Tua dan Anak yang Lebih Baik
Studi lain berjudul “The Importance of Early Bonding on the Long-term Mental Health and Resilience of Children” mengungkapkan, gentle parenting dapat meningkatkan hubungan antara orang tua dan anak, mirip dengan slow parenting yang juga mengutamakan ikatan. Penelitian tersebut menyebutkan bahwa hadiah paling berharga yang dapat diterima seorang anak adalah cinta, waktu, dan dukungan dari orang tua.

3. Keterampilan Sosial yang Positif
Anak-anak, terutama bayi dan balita, cenderung meniru apa yang mereka lihat. Karena gentle parenting berakar pada empati dan rasa hormat, anak-anak akan belajar meniru sifat-sifat positif ini. Hal ini membuat mereka cenderung tumbuh menjadi individu yang berempati dan penuh rasa hormat.

4. Anak Belajar Cara Berempati
Seperti yang disebutkan sebelumnya, gentle parenting berperan membentuk anak menjadi sosok yang berempati. Dikutip dari Cleveland Clinic, hal ini terjadi karena orang tua memusatkan perhatian pada bagaimana tindakan mereka secara langsung memengaruhi perasaan anak. Ketika anak belajar bagaimana mereka membuat orang tua merasakan sesuatu, mereka juga melihat bagaimana orang tua merespons mereka.

Dokter anak Karen Estrella, MD, menerangkan bahwa gentle parenting membantu anak-anak di kemudian hari untuk memahami apakah perilaku mereka akan memberikan hasil yang baik atau tidak. Ia menambahkan bahwa anak-anak banyak belajar dengan meniru orang tua mereka.

“Jika mereka tahu orang tua mereka merespons terhadap sesuatu dengan berteriak dan menjerit saat gelisah, anak akan merespons dengan cara yang sama karena mereka pikir itu tidak apa-apa,” tutur Estrella.

Rekomendasi