

NEW YORK – Harga logam mulia mengakhiri tahun 2025 dengan catatan gemilang. Emas mencetak kenaikan tahunan terbesar dalam 46 tahun terakhir, sementara perak dan platinum mencatatkan rekor tertinggi.
Harga emas spot sedikit terkoreksi 0,39% menjadi US$ 4.322,61 per ons troi pada penutupan perdagangan Rabu (31/12/2025). Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari juga turun 1% menjadi US$ 4.341,1.
Meski demikian, sepanjang tahun 2025, harga emas batangan telah melonjak sekitar 64%. Ini merupakan kenaikan tahunan paling signifikan sejak 1979.
Kenaikan harga emas ini didorong oleh sejumlah faktor. Di antaranya, ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve, konflik geopolitik yang memanas, pembelian besar-besaran oleh bank sentral, serta aliran dana ke Exchange Traded Funds (ETF).
Emas, sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, menjadi primadona di tengah lingkungan suku bunga rendah. Logam mulia ini juga dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman di tengah ketidakpastian.
Sempat turun dari level tertinggi baru-baru ini, para pedagang mengambil keuntungan setelah CME kembali menaikkan margin pada kontrak berjangka logam mulia.
“Jangka pendek sangat bergejolak dan ada beberapa aksi ambil untung, tetapi kami pikir harga akan terus naik hingga tahun 2026,” ujar analis Marex, Edward Meir, seperti dikutip Reuters.
Meir bahkan memprediksi harga emas berpotensi menembus US$ 5.000 per ons troi pada tahun 2026. Sementara perak, menurutnya, bisa mencapai US$ 100 per ons troi.
Harga perak sendiri telah melambung lebih dari 147% sejak awal tahun 2025. Ini menjadi kinerja tahunan terkuat sepanjang sejarah, jauh melampaui emas.
Kenaikan harga perak dipicu oleh beberapa faktor. Di antaranya, kekurangan pasokan, persediaan yang rendah, meningkatnya minat dari sektor industri dan investor, serta penetapannya sebagai mineral penting di Amerika Serikat.
Pada hari Rabu (31/12/2025), harga perak turun 6,7% menjadi US$ 71,36 per ons, setelah sempat mencapai rekor tertinggi US$ 83,62 pada hari Senin.
Harga platinum spot juga mengalami penurunan 8,7% menjadi US$ 2.006,95 per ons. Sebelumnya, platinum sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di US$ 2.478,50 pada hari Senin.
Namun, secara keseluruhan, harga platinum naik lebih dari 122% pada tahun 2025. Ini juga menjadi kinerja tahunan terkuat yang pernah tercatat.
Harga palladium turun tipis 2% menjadi US$ 1.577,75 per ons. Meski demikian, sepanjang tahun 2025, palladium naik lebih dari 75%. Ini merupakan kinerja terbaiknya dalam 15 tahun terakhir.
“Logam mulia (PGM) kemungkinan juga akan naik bersama emas dan perak. Mereka cenderung bergerak bersama logam industri dan sektor otomotif, jadi biasanya tertinggal, tetapi akhirnya akan menyusul seiring pergeseran dana antar pasar,” jelas Meir.
Para pelaku pasar saat ini memperkirakan akan ada dua kali penurunan suku bunga pada tahun 2026. Skenario ini diyakini dapat mempertahankan momentum positif bagi harga emas.