IHSG Melemah 6,63 Persen Selama Perdagangan Sepekan Terakhir

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan signifikan sebesar 6,63 persen sepanjang pekan ini. IHSG yang berada di level 6.599,24 pada Senin, 18 Mei 2026, merosot tajam ke level 6.162,05 pada penutupan perdagangan Jumat, 22 Mei 2026.

Pada perdagangan Jumat, IHSG sempat menyentuh titik terendah tahun ini di level 5.976,07. Namun, indeks berhasil ditutup menguat 1,1 persen dari level penutupan sebelumnya di 6.094,94 pada Kamis, 21 Mei 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimistis bahwa indeks akan kembali menguat pada pekan depan. Menurutnya, pelemahan saat ini bersifat sementara dan pasar akan segera pulih seiring dengan kondisi fundamental ekonomi nasional yang dinilai masih terjaga dengan baik.

“Kalau melihat dari teknikalnya, saya pikir minggu depan sudah lari kencang,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Jumat (22/5/2026). Ia pun meminta pelaku pasar untuk tidak panik menghadapi fluktuasi yang terjadi.

Sementara itu, Penjabat sementara Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa pelemahan IHSG sejalan dengan tren pasar global di Asia yang mengalami koreksi selama periode libur panjang. Ia menyoroti sejumlah faktor pemicu ketidakpastian pasar, mulai dari fluktuasi harga komoditas dan nilai tukar global, hingga ketidakpastian konflik di Timur Tengah.

Jeffrey mengimbau investor agar tetap tenang dan mengedepankan analisis fundamental dalam pengambilan keputusan investasi. “Kami mengingatkan supaya investor tetap memperhatikan fundamental, tidak panik, menganalisis secara cermat, dan mengatur strategi sesuai dengan profil risiko masing-masing,” tambahnya.

Tekanan pada IHSG juga diperparah oleh aksi rebalancing yang dilakukan oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI). Sentimen negatif muncul setelah MSCI mengeluarkan enam saham Indonesia dari Global Standard Index dan 13 saham dari Global Small Cap Index.

Koreksi pasar juga sempat terjadi pada 19 Mei lalu, sesaat sebelum pengumuman entitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru yang menjadi pengendali ekspor komoditas sumber daya alam, yakni PT Danantara Sumberdaya Indonesia. Akibat sentimen tersebut, IHSG terkoreksi 3,46 persen menjadi 6.370,68 pada Rabu, 20 Mei 2026.

Penurunan harga saham paling terasa pada sektor pertambangan, baik dari bidang minyak dan gas bumi maupun mineral. Sektor perkebunan kelapa sawit serta sejumlah sektor lainnya juga ikut mencatatkan koreksi serupa.

Rekomendasi