

Jakarta – Laptop berusia lebih dari lima tahun kerap dianggap sudah tidak layak pakai, padahal anggapan itu tidak selalu benar. Banyak perangkat keluaran 2019 atau bahkan lebih lama masih mampu menunjang pekerjaan harian seperti mengetik dokumen, mengakses internet, rapat daring, hingga mengedit foto ringan bila dirawat dengan baik.
Penyebab laptop terasa lambat setelah dipakai lebih dari lima tahun juga tidak selalu karena prosesornya melemah. Menurut Intel dan Microsoft, penurunan performa lebih sering dipicu oleh penyimpanan yang hampir penuh, terlalu banyak aplikasi berjalan di latar belakang, RAM yang tidak lagi memadai, hingga sistem operasi yang tidak terawat.
Dengan perawatan dan peningkatan komponen yang tepat, banyak laptop lawas masih bisa memberikan performa yang responsif.
Jika laptop masih menggunakan hard disk (HDD), menggantinya dengan Solid State Drive (SSD) menjadi langkah yang memberi dampak paling besar.
SSD memiliki kecepatan baca dan tulis data berkali-kali lipat lebih tinggi dibanding HDD. Hasilnya, waktu boot Windows menjadi jauh lebih singkat, aplikasi terbuka lebih cepat, dan proses menyalin file terasa lebih responsif.
Intel menyebut peningkatan dari HDD ke SSD sebagai salah satu cara paling efektif untuk mengembalikan performa komputer yang mulai melambat.
Kebutuhan memori terus meningkat seiring berkembangnya aplikasi modern. Browser dengan banyak tab, aplikasi konferensi video, dan perangkat lunak perkantoran kini membutuhkan RAM lebih besar dibanding lima tahun lalu.
Microsoft dan Intel menyarankan pengguna memantau penggunaan RAM melalui Task Manager. Jika penggunaan memori sering mendekati 80 hingga 100 persen, menambah kapasitas RAM menjadi solusi yang layak dipertimbangkan. Untuk penggunaan sehari-hari, kapasitas 8 GB menjadi standar minimum, sementara 16 GB lebih nyaman bagi pengguna yang sering membuka banyak aplikasi sekaligus.
Semakin banyak aplikasi aktif ketika laptop dinyalakan, semakin lama pula proses booting berlangsung.
Program seperti aplikasi chatting, cloud storage, hingga software pembaruan otomatis sering berjalan tanpa disadari dan menghabiskan sumber daya sistem. Menonaktifkan aplikasi startup yang tidak diperlukan dapat mempercepat waktu menyala sekaligus mengurangi beban RAM dan prosesor.