KAI Catat Kenaikan Penumpang Batara Kresna 45 Persen pada 2025

Wonogiri – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta mencatat lonjakan penumpang Kereta Api (KA) Batara Kresna sebesar 45% sepanjang tahun 2025. Kenaikan ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

KA yang melayani rute Solo-Wonogiri ini melayani rata-rata 280 penumpang setiap harinya. Jumlah tersebut terdiri dari 140 penumpang yang naik dan 140 penumpang yang turun.

Humas Manager KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novifa Saragih, mengungkapkan bahwa total 293 ribu penumpang telah menggunakan layanan KA Batara Kresna sepanjang Januari hingga Oktober 2025. “Jika dibandingkan periode yang sama tahun 2024, ada peningkatan sekitar 45 persen. Tren pertumbuhan ini sangat positif,” ujarnya saat ditemui di Stasiun Wonogiri, Rabu (19/11/2025).

Feni mengakui adanya permintaan penambahan jadwal perjalanan KA Batara Kresna, terutama karena kereta ini menjadi bagian dari ekosistem wisata Solo Raya dan Wonogiri. Namun, penambahan jadwal masih dalam kajian oleh Balai Teknik Perkeretaapian Semarang.

“Masih banyak faktor yang harus dipertimbangkan, mulai dari kesiapan sarana hingga aspek keselamatan. Namun tren penumpang yang positif tentu menjadi dasar evaluasi pemerintah untuk rencana ke depan,” jelas Feni.

KAI memprediksi peningkatan jumlah penumpang KA Batara Kresna pada masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Pihaknya memastikan kesiapan kereta tersebut dalam memberikan pelayanan, termasuk kepada wisatawan.

KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) telah melakukan ramp check terhadap sarana dan prasarana yang digunakan, termasuk fasilitas stasiun, kondisi jalur, dan pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM).

“Semua sudah kami pastikan sesuai SPM untuk melayani penumpang khususnya pada masa libur Nataru. Rangkaian Batara Kresna dalam kondisi siap operasi,” tutur Feni.

KA Batara Kresna merupakan kereta perintis bersubsidi sehingga tidak ada penambahan perjalanan maupun target penumpang khusus untuk Nataru. Meskipun demikian, KAI telah mempersiapkan diri untuk menghadapi potensi peningkatan jumlah penumpang.

Feni menekankan bahwa keselamatan menjadi fokus utama menjelang Nataru, terutama karena banyaknya perlintasan sebidang pada jalur Solo-Wonogiri. Sepanjang Januari-November 2025, Daop 6 telah menutup 14 perlintasan liar, yang sebagian besar berada di lintas Purwosari-Wonogiri.

“Dari Solo hingga Wonogiri ada 144 perlintasan sebidang, termasuk yang dijaga, tidak dijaga, dan perlintasan liar. Ini menjadi perhatian serius. Penutupan perlintasan liar merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan keselamatan di jalur kereta api,” ujar Feni.

Pihaknya mengimbau pengguna jalan untuk mematuhi rambu lalu lintas, tidak menerobos palang pintu, dan menghindari perlintasan liar.

“Kami berharap masyarakat benar-benar disiplin. Tahun ini ada delapan kejadian kecelakaan di perlintasan yang melibatkan KA Batara Kresna. Kami ingin angka ini turun bahkan tidak terjadi lagi,” tegasnya.

Selain sebagai sarana transportasi harian, KAI mendorong KA Batara Kresna menjadi bagian dari ekosistem wisata Solo Raya dan Wonogiri. Feni menyebutkan banyak destinasi wisata yang dapat diakses dengan kereta ini.

“Kami ingin masyarakat lebih mengenal Batara Kresna sebagai kereta wisata tematik. Banyak potensi wisata di jalur ini yang bisa diangkat,” pungkas Feni.

Rekomendasi