Kemenkeu Tuntaskan Pembaruan Dokumen Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap dalam Dua Tahun

Jakarta – Pemerintah terus memacu percepatan proyek pembangunan Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) yang digadang-gadang sebagai infrastruktur jalan tol terpanjang di Indonesia. Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum tengah melakukan pemutakhiran dokumen studi kelayakan dan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) sebagai prasyarat sebelum kembali melelang proyek tersebut.

Plt Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum, Ni Komang Rasminiati, menjelaskan bahwa selain studi kelayakan, pemerintah juga mematangkan dokumen pendukung lainnya. Hal tersebut mencakup analisis dampak lalu lintas (Andalalin), sertifikasi izin lingkungan, hingga dokumen perencanaan pengadaan tanah (DPPT).

Penyusunan dokumen ini mendapat dukungan penuh melalui fasilitas Project Development Facility (PDF) dari Kementerian Keuangan. Fasilitas ini akan membiayai seluruh rangkaian persiapan proyek, mulai dari tahap perencanaan awal hingga proses transaksi atau pelelangan yang ditargetkan berlangsung selama dua tahun ke depan.

Kementerian Keuangan nantinya akan menugaskan badan usaha milik negara (BUMN) di bawah naungannya untuk menyusun kelengkapan dokumen tersebut. Langkah ini dilakukan setelah konsorsium pemenang lelang sebelumnya, yakni PT Jasamarga Gedebage Cilacap, memutuskan untuk menarik diri akibat kendala restrukturisasi internal.

Pengerjaan ulang ini menjadi krusial setelah Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) sebelumnya kedaluwarsa sebelum sempat dilakukan pembangunan fisik. Proyek ini sejatinya direncanakan mulai dibangun sejak akhir 2022.

Jalan Tol Getaci dirancang membentang sepanjang 206,65 kilometer untuk menghubungkan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Jalur ini akan dimulai dari Gedebage, Kota Bandung, melintasi Majalaya, Nagreg, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, serta Pangandaran, dan berakhir di Cilacap.

Rekomendasi