

Beirut – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengkonfirmasi kabar duka atas berpulangnya Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Praka Rico meninggal dunia pada Jumat (24/4) waktu Beirut.
Prajurit Indonesia itu mengalami luka berat akibat ledakan artileri dari tank Israel di dekat kota Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2024. Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Praka Rico.
Kemlu menyatakan bahwa sejak insiden tersebut, Pemerintah Indonesia telah berkoordinasi erat dan intensif dengan pihak UNIFIL, Pemerintah Lebanon, serta tim medis di Beirut. Langkah ini untuk memastikan penanganan medis dilakukan secara cepat dan optimal.
“Berbagai langkah medis terbaik telah ditempuh, namun akibat luka berat yang dialami, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan,” terang Kemlu dalam keterangan resminya.
Selain menyampaikan belasungkawa, Pemerintah Indonesia menegaskan kehadiran negara untuk memberikan penghormatan terbaik kepada almarhum Praka Rico. Hal ini sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian dan pengorbanannya dalam menjaga perdamaian dunia.
Pemerintah terus berkoordinasi dengan UNIFIL untuk memastikan proses repatriasi jenazah dapat dilakukan dengan segera dan penuh penghormatan.
Indonesia kembali mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya peacekeeper Indonesia. Kemlu menegaskan, serangan terhadap personel pemelihara perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Pemerintah Indonesia mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel. Tujuannya guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban atas insiden tersebut. Keselamatan dan keamanan peacekeepers PBB tidak dapat ditawar.
Kemlu juga terus berkoordinasi dengan PBB dan negara-negara kontributor pasukan untuk memperkuat perlindungan bagi seluruh personel di lapangan. Ini termasuk melalui evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan dan keamanan serta penguatan langkah mitigasi risiko di wilayah operasi UNIFIL.