

Hubungan Lamine Yamal dengan kekasihnya, Inés García Santos, tengah menjadi sorotan publik. Hubungan yang masih seumur jagung itu disebut diterpa gosip kurang menyenangkan.
Inés García disebut meninggalkan mantan kekasihnya, Gonzalo Torres, yang telah dipacarinya selama lima tahun demi pemain FC Barcelona tersebut. Inés disebut memutuskan sang kekasih setelah menerima pesan Instagram dari Lamine Yamal.
Inés García sendiri membantah bahwa dirinya memiliki hubungan dengan Gonzalo Torres. Namun, publik terus menggali informasi terkait kehidupan pribadi Lamine Yamal dan kekasihnya.
Di tengah sorotan itu, Lamine Yamal juga dikabarkan memberi hadiah romantis untuk Inés García. Menurut laporan media Spanyol El Desmarque, pesepak bola kelahiran 2008 itu memberikan dua perhiasan mewah sebagai bukti kedekatan hubungan mereka.
Hadiah pertama berupa liontin yang nilainya diperkirakan mencapai 30 ribu euro atau sekitar Rp 607 juta. Perhiasan itu disebut sudah beberapa kali terlihat dikenakan Inés García saat mendukung Timnas Spanyol dari tribun stadion.
Selain itu, penyerang Barcelona tersebut juga memberikan liontin khusus berinisial “LY”. Nilainya diperkirakan sekitar 15 ribu euro atau setara Rp 303 juta. Total hadiah yang diberikan Lamine Yamal disebut mencapai Rp 910 juta.
Inés García Buka Suara di Tengah Tudingan Miring
Influencer berusia 21 tahun itu sempat menyampaikan curahan hati di media sosial sebelum akhirnya dihapus. Ia mengaku sedih dengan tudingan yang dialamatkan kepadanya.
“Saya tidak pernah menyangka bahwa membagikan sesuatu yang begitu sederhana akan berubah menjadi seperti ini.
Saya menghabiskan berjam-jam membaca komentar-komentar tersebut dan, meskipun saya berusaha tetap kuat, saya juga manusia. Di balik akun ini ada seseorang yang memiliki perasaan, yang bisa menangis, yang bisa melakukan kesalahan, dan yang tetap menjadi manusia meski sedang menjalin hubungan,” tulisnya.
García mengaku memahami bahwa tidak semua orang akan menyukainya. Meski begitu, ia meminta publik membedakan antara kritik yang membangun dan komentar yang bertujuan menyakiti.