

Mexico City – Stadion Azteca bersiap menjadi saksi sejarah saat tuan rumah Meksiko menjamu Inggris dalam laga krusial babak 16 besar Piala Dunia 2026, Senin (6/7/2026) pagi WIB.
Pertarungan sengit ini diprediksi akan menyedot perhatian dunia karena mempertemukan ambisi besar tim tuan rumah dengan kekuatan tradisional sepak bola Eropa.
Meksiko datang dengan motivasi tinggi untuk melampaui capaian historis mereka di ajang Piala Dunia.
Pelatih Meksiko, Javier Aguirre, menegaskan bahwa pertandingan ini memiliki arti yang sangat mendalam bagi negaranya.
Ia menyebut laga kontra Inggris sebagai salah satu momen paling bersejarah dalam narasi sepak bola Meksiko.
El Tri berambisi menyamai prestasi terbaik mereka dengan menembus babak perempat final, sebuah pencapaian yang pernah mereka ukur saat menjadi tuan rumah pada tahun 1970 dan 1986.
“Sepanjang sejarah sepak bola Meksiko sudah banyak pertandingan bersejarah, dan laga ini akan menjadi salah satunya,” ujar Aguirre.
Faktor lokasi juga menjadi senjata utama bagi skuad asuhan Aguirre.
Stadion Azteca yang berada di ketinggian sekitar 2.200 meter di atas permukaan laut telah menjadi benteng pertahanan yang sangat angker bagi tim tamu.
Catatan statistik menunjukkan Meksiko belum pernah menelan kekalahan dalam 10 pertandingan Piala Dunia yang digelar di stadion ikonik tersebut.
Bahkan dalam rekor kompetitif secara keseluruhan, Meksiko hanya mencatatkan dua kali kekalahan dari 89 pertandingan di Azteca.
Namun, Aguirre tetap menaruh kewaspadaan tinggi terhadap fleksibilitas taktik tim asuhan Thomas Tuchel.
Menurutnya, Inggris adalah lawan yang sulit ditebak karena memiliki kemampuan untuk mengubah gaya permainan di tengah pertandingan.
“Mereka bisa bermain dengan dua pendekatan berbeda. Dulu mereka sangat cepat dan langsung menekan lawan. Sekarang mereka masih bisa melakukan itu, tetapi jika tidak berhasil, mereka mampu mengubah pendekatan permainan,” kata pelatih berusia 67 tahun tersebut.
Gelandang Meksiko, Alvaro Fidalgo, turut mengungkapkan antusiasmenya menghadapi laga besar ini.
Pemain Real Betis tersebut mengakui bahwa Inggris memiliki kedalaman skuad yang merata di setiap lini.
“Menghadapi Inggris di babak 16 besar di stadion ini mungkin akan menjadi salah satu pertandingan terbesar yang pernah kami jalani sebagai pemain,” ujar Fidalgo.
Ia menyoroti lini tengah Inggris yang dikenal memiliki keunggulan fisik serta kualitas individu yang sangat mumpuni.
Sementara itu, kubu Inggris tidak menunjukkan tanda-tanda gentar meski harus bermain di hadapan ribuan pendukung fanatik tuan rumah.
Bek Crystal Palace, Marc Guehi, justru menganggap atmosfer panas di Stadion Azteca sebagai ujian yang menantang sekaligus menyenangkan.
“Kami tahu mereka adalah tim yang bagus dan memiliki dukungan suporter yang luar biasa. Pertandingan nanti akan berlangsung dalam atmosfer yang sangat panas, tetapi itu akan menjadi ujian yang menyenangkan,” ujar Guehi.
Inggris sendiri membawa modal kepercayaan diri tinggi setelah meraih kemenangan dramatis atas Kongo DR di babak sebelumnya.
Karakter kuat yang ditunjukkan oleh Harry Kane dan rekan-rekan saat bangkit dari ketertinggalan dianggap sebagai modal berharga.
Bek muda Inggris, Nico O’Reilly, menegaskan bahwa tekanan dari suporter tuan rumah tidak akan menghalangi performa timnya.
“Saya menyukai momen-momen besar, tekanan, dan suporter yang terus bernyanyi. Situasi seperti itu justru akan mengeluarkan kemampuan terbaik kami,” kata pemain Manchester City tersebut.
O’Reilly menambahkan bahwa status tuan rumah Meksiko bukanlah sebuah alasan bagi Inggris untuk tidak tampil maksimal.
Pemenang dari duel panas ini nantinya akan melaju ke babak perempat final untuk menghadapi pemenang antara Brasil melawan Norwegia.