Mitratel Terus Pulihkan Titik Jaringan di Sumatra

JAKARTA – Emiten infrastruktur telekomunikasi, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel, terus berupaya memulihkan jaringan yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra. Bencana alam ini menyebabkan hampir 20.000 titik BTS mati dan 273 menara Mitratel mengalami gangguan serius.

Direktur Utama Dayamitra Telekomunikasi, Theodorus Ardi Hartoko, mengungkapkan bahwa beberapa situs milik Mitratel mengalami kerusakan berat, yang berimbas pada gangguan jaringan fiber optik. “Hampir 20.000 titik BTS mati, kami fokus mengidentifikasi kerusakan yang terjadi dan melakukan pemulihan layanan secara cepat,” jelas Teddy, sapaan akrabnya, pada Kamis (4/12).

Teddy memastikan tidak ada menara milik MTEL yang roboh. Namun, dalam hitungannya, 273 menara Mitratel mengalami gangguan karena perangkat di bawah menara terdampak. Sebagian besar perangkat tersebut harus diganti baru, dan hal ini menjadi tanggung jawab perusahaan.

Tim di lapangan menghadapi tantangan besar. Medan jalan yang berat akibat tertutup lumpur dan akses yang terputus memengaruhi proses pengiriman perangkat baru ke lokasi yang terdampak.

Selain memulihkan infrastruktur, Mitratel juga mengidentifikasi kondisi para karyawannya. Teddy bercerita, pada 1 Desember 2025, sekitar 40 karyawan sempat hilang kontak. Hingga saat ini, tersisa dua karyawan yang belum terkoordinasi.

Rekomendasi