

Cikarang Barat – Nama Mondy Tatto kembali menjadi sorotan publik setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan seorang anak punk pengamen jalanan berinisial FA di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.
Perempuan yang juga dikenal dengan nama Mondy Punk itu sebelumnya sempat viral karena kisah hijrahnya yang dinilai menginspirasi.
Kasus tersebut kini membuat perjalanan hidup Mondy kembali diperbincangkan. Sosok yang pernah dikenal berusaha meninggalkan kehidupan jalanan dan mendalami agama itu justru harus menghadapi proses hukum atas dugaan tindak pidana yang menyita perhatian masyarakat.
Penetapan tersangka terhadap Mondy disampaikan langsung oleh Kapolsek Cikarang Barat Komisaris Polisi Dimas Adhit Putranto. Ia mengatakan polisi mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam kasus itu.
“Unit Reskrim Polsek Cikarang Barat mengamankan dua orang terduga pelaku berinisial DD alias D dan DRA alias M,” kata Dimas, Kamis, 23 Juli 2026.
Menurut polisi, DRA alias M yang dikenal sebagai Mondy Tatto ditangkap bersama seorang pria berinisial DD di Kampung Kaum Kalijeruk, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, pada Selasa, 14 Juli 2026 sekitar pukul 17.00 WIB.
Mondy Tatto lahir di Jakarta pada 15 Juni 2001. Namanya mulai dikenal luas karena penampilannya yang identik dengan kehidupan anak punk. Hampir seluruh tubuh dan sebagian wajahnya dipenuhi tato, mencerminkan kehidupan keras yang pernah dijalaninya.
Sebelum dikenal publik, Mondy menjalani kehidupan yang serba tidak menentu. Ia kerap berpindah-pindah tempat tinggal, mulai dari menumpang hingga menyewa kontrakan ketika memiliki uang. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia mengamen di jalanan bersama komunitas anak punk lainnya.
Kehidupan sebagai anak jalanan bukan perkara mudah. Selain harus bertahan dengan penghasilan yang tidak menentu, Mondy juga menghadapi berbagai tantangan hidup yang membentuk karakter kerasnya. Meski demikian, ia terus berusaha bertahan di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
Perjalanan hidup Mondy mulai berubah ketika bertemu dengan pendakwah asal Malaysia, Ustadz Ebit Lew. Pertemuan itu menjadi titik balik dalam kehidupannya. Mondy kemudian mulai belajar agama dan memutuskan meninggalkan gaya hidup lamanya.