NCA Ingatkan Orang Tua Hentikan Sebar Foto Anak di Medsos

ini bahaya sebar foto anak sembarangan ke medsos di era ai

Jakarta – National Crime Agency (NCA) memperingatkan orang tua agar tidak membagikan foto anak secara publik di media sosial, seiring maraknya penyalahgunaan gambar menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Internet Watch Foundation (IWF) menyebut ancaman terhadap penggunaan foto anak-anak secara online untuk membuat materi pelecehan seksual anak atau Child Sexual Abuse Material (CSAM) terus meningkat.

Dikutip dari BBC, Jumat (10/7/2026), teridentifikasi lebih dari 8.000 gambar dan video realistis berisi pelecehan seksual terhadap anak berbasis AI sepanjang 2025. Jumlah itu naik 14 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Sementara kami dan rekan-rekan penegak hukum menindak para pelaku kejahatan, upaya pencegahan tetaplah krusial,” ujar Tim Wright, manajer senior di NCA.

Bersama IWF, NCA merilis panduan terbaru bagi orang tua berisi langkah-langkah untuk menjaga anak di dunia online.

Panduan itu menyarankan orang tua meninjau pengaturan privasi atau membuat grup close friends untuk membagikan gambar.

“AI telah menjadi bagian dari hidup. Meskipun memiliki banyak manfaat, AI juga bisa disalahgunakan, termasuk untuk membuat, memanipulasi, dan membagikan foto serta video anak ke arah pelecehan seksual,” demikian tertulis dalam panduan tersebut.

Para analis IWF mengidentifikasi 13 video pelecehan seksual terhadap anak berbasis AI pada 2024. Pada 2025, jumlahnya melonjak menjadi 3.440. Di Inggris, materi visual semacam ini dikategorikan sebagai CSAM.

Pemerintah juga berupaya mengatasi ancaman penyalahgunaan AI terhadap anak-anak, khususnya anak perempuan, dengan melarang aplikasi yang disebut nudifikasi.

Selain itu, mereka merevisi aturan hukum untuk memastikan perusahaan AI menjamin sistem mereka tidak dapat digunakan membuat gambar atau video pelecehan seksual anak.

Rekomendasi